Unram Peringkat Ke-19 di ’’SCImago Institutions Rangkings’’

0

Mataram (Suara NTB) – SCImago Institutions Rankings (SIR) yang merupakan lembaga pemeringkatan skala global yang berkantor di Spanyol kembali merilis daftar peringkat 61 institusi perguruan tinggi di Indonesia tahun 2023. Dari pemeringkatan kategori seluruh subjek, Universitas Mataram (Unram) menempati peringkat ke-19 dari 61 perguruan tinggi Indonesia dan peringkat dunia di urutan 4.322.

Dijelaskan dalam situs resmi SCImago, terdapat tiga rangkaian indikator yang mendasari hasil pemeringkatan yakni Research (Penelitian) sebesar 50%, Innovation (Inovasi) sebesar 30%, dan Societal (Sosial) sebesar 20%.

Hasil pemeringkatan tersebut didasarkan pada data bacaan cepat tentang kinerja ilmiah dalam beberapa tahun terakhir. Pemeringkatan penelitian mengacu pada volume, dampak, dan kualitas hasil penelitian lembaga. Pemeringkatan inovasi dihitung berdasarkan jumlah aplikasi paten lembaga dan kutipan yang diterima hasil penelitiannya dari paten. Terakhir, pemeringkatan sosial didasarkan pada jumlah halaman situs web institusi dan jumlah tautan balik dan penyebutan dari jejaring sosial.

Setiap tahun SIR merilis beberapa kategori pemeringkatan, yaitu kategori subjek penelitian, inovasi, sosial, dan kategori seluruh subjek.

Rektor Unram, Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., mengatakan, sejak tahun 2020, Unram selalu masuk SIR, berdasarkan kategori seluruh subjek pada tahun 2020 berada di posisi ke-38 dan naik ke urutan ke-30 pada tahun 2021. Pada tahun 2022 Unram kembali masuk pemeringkatan dengan menempati posisi ke-15 untuk kategori inovasi, dan tahun ini meningkat signifikan dengan menempati urutan ke-19 pada kategori seluruh subjek.

“Hal ini tentunya menjadi kebanggaan bagi Civitas Akademika Unram karena dapat bersaing dengan perguruan tinggi bergengsi lainnya di Indonesia yang masuk ke pemeringkatan tersebut,” ujar Rektor.

Dilansir dari situs resmi SIR (www.scimagoir.com) dijelaskan bahwa SIR mengembangkan alat penilaian untuk analisis bibliometrik yang bertujuan untuk mengkarakterisasi lembaga penelitian melibatkan tugas pemrosesan data yang sangat besar terkait dengan identifikasi lembaga melalui afiliasi kelembagaan dokumen yang termasuk dalam database Scopus.

Tujuan SCImago dalam hal ini ada dua, pertama, definisi dan identifikasi unik lembaga yaitu penyusunan daftar lembaga penelitian di mana setiap lembaga diidentifikasi dan didefinisikan dengan benar. Isu-isu khas pada tugas ini termasuk penggabungan atau pemisahan lembaga dan perubahan denominasi.

Kedua, atribusi publikasi dan kutipan ke masing-masing institusi. SIR telah memperhitungkan afiliasi institusional masing-masing penulis di bidang ‘afiliasi’ database. Selain itu, SIR juga telah mengembangkan sistem campuran (manual dan otomatis) untuk penugasan afiliasi ke satu atau lebih institusi, serta identifikasi beberapa dokumen dengan DOI dan/atau judul yang sama. (ron)