Satpol PP Loteng Bentuk Tim Pengawasan Warung dan Petasan

0

Praya (Suara NTB) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lombok Tengah (Loteng) telah membentuk tiga tim patroli  yang ditugaskan khusus untuk mengawasi sekaligus melakukan penindakan terhadap warung maupun rumah makan yang nekat buka pada siang hari selama bulan Ramadhan ini. Termasuk aksi-aksi perang petasan yang kerap terjadi, baik itu di wilayah Kota Praya maupun kecamatan lainnya di Loteng.

“Dua tim khusus ditugaskan untuk patroli  pada siang hari. Sementara satu tim lainnya disiagakan selama 24 jam,” terang Kasat Pol PP Loteng, H.L. Rinjani, kepada Suara NTB, Jumat, 24 Maret 2023.

Ia menjelaskan, Bupati Loteng telah mengeluarkan imbauan  bagi pemilik warung dan rumah makan untuk tidak buka atau melayani pembeli pada siang hari. Dan, baru boleh buka pada sore hari jelang waktu berbuka puasa. Hal ini sebagai bentuk penghormatan bagi umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa.

“Bagi yang tidak mengindahkan dengan sangat terpaksa kita tindak tegas. Tapi tentunya dengan tetap mengedepankan upaya-upaya persuasif.  Melalui peringatan terlebih dahulu. Kalau sudah diperingatkan namun tetap membandel baru kemudian upaya paksa dilakukan. Bisa berupa penutupan paksa hingga penyitaan barang dagangannya,’’ tegasnya.

Pihaknya pun mengingatkan kepada masyarakat, jika menemukan atau mengetahui ada warung maupun rumah makan yang buka di luar waktu ditentukan bisa melaporkan ke aparat Satpol PP supaya bisa ditindaklanjuti.  “Jadi selain patroli, kita berharap dukungan masyarakat. Dengan memberikan informasi kalau mengetahui ada warung atau rumah makan yang buka di luar ketentuan selama bulan Ramadhan kali ini,” tandas Rinjani.

Khusus petasan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk melakukan razia secara berkala terkait potensi peredaran petasan di tengah masyarakat. Begitu juga untuk aksi perang petasan coba ditekan melalui patroli dan operasi khusus di jam-jam rawan.

“Untuk perang petasan kita sudah identifikasi beberapa lokasi yang kerap dijadikan lokasi perang petasan. Termasuk jam-jam rawannya juga sudah kita petakan. Biasanya jelang dan selama Shalat tarawih di beberapa lokasi ada yang usai sahur,” tutupnya. (kir)