Program Calon PMI ke Jepang dan Jerman Kembali Dibuka

0

Taliwang (Suara NTB) – Bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang berminat bekerja ke luar negeri, ada kesempatan dibuka oleh pemerintah. Lewat porgram G to G (keja sama antar pemerintah) saat ini ada pendaftaran calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk tujuan negara Jepang dan Jerman.

 “Iya tahun ini memang ada pembukaan lagi pengiriman PMI lewat prorgam resmi pemerintah ke negara Jepang dan Jerman,” terang sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KSB, Mars Anugerahinsyah, Jumat, 24 Maret 2023.

Pembukaan penerimaan calon PMI ke kedua negara itu langsung oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Menurut Mars, pihaknya sebelumnya telah menindaklanjuti surat BP2MI perihal pengumuman pembukaan program PMI ke negara Jepang dan Jerman itu ke seluruh kecamatan untuk diumumkan ke masyarakat. “Dalam surat kami itu kami lampirkan link pendaftaraannya karena prosesnya semua kan secara online langsung ke BP2MI,” katanya.

Berdasarkan laman resmi BP2MI, pengiriman PMI program G to G ke Jepang dan Jerman ini bukan yang pertama. Bahkan untuk yang ke Jepang kali ini sedang dibuka batch (kelompok) XVII untuk penempatan tahun 2024. Sedangkan pengiriman ke Jerman yang diumumkan terbaru ini sudah pada kelompok III.

Adapun jenis tenaga kerja yang dibuka oleh kedua negara itu adalah pekerja dengan keterampilan tenaga kesehatan. Yakni berupa tenaga perawat (nurse) sementara ke Jepang ada tambahan sebagai tenaga careworker (perawat lansia).

Mars mengatakan, program yang dibuka BP2MI itu tentunya menjadi kesempatan bagus bagi masyarakat yang memang berminat bekerja ke luar negeri. Terutama mereka yang memiliki kemampuan sesuai dengan keterampilan yang dibutuhkan yakni tenaga perawat. “Menjadi perawat di luar negeri itu akan memberi banyak pengalaman pastinya karena daya dukung teknologi kesehatan di sana pasti lebih bagus,” sebutnya seraya menambahkan bahwa program pengiriman PMI dengan skema G to G itu sangat aman bagi para PMI.

 “Kan itu langsung oleh pemerintah. Pasti keamanan bagi pekerja sejak mereka dikirim ditempatkan sampai kembali lagi nanti dijamin penuh,” tukas Mars. (bug)