Pemprov Siapkan Lima Hektar Kawasan Pendukung Industri Turunan Smelter

0

Mataram (Suara NTB) – Tim dari Dinas Perindustrian Provinsi NTB melakukan monitoring pembangunan Smelter oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Tim diketuai Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti, berdiskusi langsung dengan Goverment Relation PT AMNT, di Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa, 21 Maret 2023.

Dari pemaparan yang disampaikan manajemen Amman, dijelaskan kembali oleh kepala dinas, bahwa karena faktor eksternal, pembangunan smelter meleset dari target, karena kendala  pandemi covid-19 dan krisis energi di Eropa. Sehingga mengakibatkan logistik dan mobilisasi sumber daya manusia (SDM) terkendala. Target penyelesaian smelter di tahun 2023 tidak dapat terlaksana. Dan saat ini progres pembangunan smelter mencapai hingga 51%.

Kendala teknis lainnya, lanjut Nuryanti, yakni kapasitas produksi mencapai 800 ton secara non-stop belum bisa dilakukan dengan segera. Direncanakan pembangunan akan tuntas 100% di pertengahan tahun 2025 dengan rencana operasi dilakukan pada tahun 2024 secara bertahap. Untuk pendanaan pembangunan smelter ini, atas instruksi Presiden Republik Indonesia, PT AMNT mengumpulkan bank nasional, dengan dana terkumpul sekitar 10 triliun.

Nuryanti menambahkan, dengan adanya pembangunan smelter, dipastikan membutuhkan kesiapan pengelola kawasan industri pendukung dari smelter. “Insya Allah 5 hektar kawasan industri ini tahap awal dan kita prepare untuk pengelolanya,” ungkapnya.

Disekitar lokasi smelter terdapat kawasan penyulingan air laut menjadi air baku atau air siap pakai yang menggunakan teknologi termutakhir dan ramah lingkungan. Kerjasama PT Amman Mineral Industri (AMIN) dengan PT Krakatau Tirta Industri (KTI), fasilitas ini sangat penting dalam rangka mendukung operasional smelter untuk jangka waktu 30 tahun kedepan.

Proyek smelter ini termasuk salah satu Proyek Strategis Nasional di bawah koordinasi Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Keberadaan fasilitas ini akan dapat turut menggerakkan industri hilir sehingga dapat semakin mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal maupun nasional.

Nuryanti sendiri cukup optimis, dengan hadirnya smelter dan kawasan industri 5 hektar ini, nantinya akan mampu membangun industri lokal yang ada di kabupaten Sumbawa Barat. Industri turunan hasil tambang (smelter) juga termasuk dalam 6 sektor industri prioritas NTB.

“Masyarakat sekitar kita tawarkan sebagai investor yang menyediakan lahan. Supaya masyarakat lokal bisa terlibat langsung dalam mata rantai industri turunan smelter. Semoga dengan adanya kawasan ini mampu mendorong hadirnya turunan turunan industri lain dan yang paling utama adalah akan menjadi penggerak ekonomi lokal kita,” tuturnya.

PT AMNT menggandeng perusahaan besar untuk membangun smelter tembaga di KSB yakni China Non-ferrous Metal Industry’s Foreign Engineering and Construction Co., Ltd (NFC) dan NFC memilih menunjuk PT Pengembangan Industri Logam (PT PIL Indonesia) sebagai sub kontraktor perusahaan lokal.

NFC akan bertindak sebagai kontraktor utama guna penyediaan berbagai material serta peralatan berteknologi yang berasal dari produsen peralatan terkemuka dari seluruh dunia. Sementara itu, PT PIL Indonesia akan menjadi kontraktor yang bertanggung jawab terhadap berbagai jenis pekerjaan antara lain mulai dari desain, fabrikasi struktur hingga peningkatan kapasitas desain pabrik. (bul)