Tangani 76 Ribu Penerima Bansos, Jumlah Pendamping PKH di Lobar Belum Ideal

0

Giri Menang (Suara NTB) – Kepala Dinas Sosial (Disos) Lombok Barat (Lobar) H. L. Martajaya menjelaskan, ada sekitar 131 pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang tersebar di Lobar dengan jumlah Penerima PKH sebanyak 76 ribu. Dengan komposisi tersebut maka satu pendamping PKH akan melayani atau mengkoordinir sekitar 500 orang penerima bantuan PKH.

“Ini (jumlah pendamping PKH) belum ideal, kemana itu kami sudah usulkan ke Kemensos agar ditambah,” jelasnya, kemarin.

Ia berharap dengan banyaknya penerima bantuan PKH, maka SDM bisa ditambah untuk bisa mengkoordinir para penerima bantuan. “Kami berharap agar pendamping PKH bisa ditambah dan hal ini sudah kita tidak lanjuti dengan bersurat ke Kemensos untuk mendapat tambahan pendamping PKH agar dapat melancarkan program-program Kemensos selanjutnya,”  jelasnya.

Lebih-lebih sebelumnya dalam rakor pendamping se Lobar, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menekankan beberapa hal. Di antaranya, penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem, sehingga dengan peran pendamping ini mampu mempercepat penanganan beberapa persoalan ini.

 Soal bansos, diakui tantangan saat ini masih banyak warga orang tua telantar yang masuk kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) belum masuk sebagai penerima bansos, baik berupa PKH, BPNT maupun bantuan sosial (bansos) lainnya dari pemerintah. Jumlah orang tua dan anak telantar yang perlu mendapatkan bansos mencapai 5.114 jiwa.

Martajaya menyebutkan anak telantar dengan jumlah 3.328 orang. Kemudian lanjut usia atau jompo telantar sebanyak 1.786 jiwa. Masih berdasarkan data itu, jenis PMKS yang juga lumayan tinggi adalah penyandang disabilitas sebanyak 719 jiwa dan wanita rawan sosial ekonomi mencapai 659 jiwa. Ada juga penyandang HIV/AIDS sebanyak 119 jiwa.

Ditanya apakah warga PMKS ini masuk penerima program bantuan sosial pemerintah,diakuinya, ada yang masuk dan ada yang belum masuk. “Ada yang sudah masuk dan ada juga belum, tidak 100 persen masuk penerima bansos, yang belum kita carikan program lain,” ujarnya. Sedangkan bagi yang belum masuk bantuan bansos itu diupayakan intervensi melalui program lain. (her)