BPJS Ketenagakerjaan NTB Jamin Peserta dapat Penanganan Cepat dan Maksimal di Rumah Sakit

Mataram (Suara NTB) – BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek Provinsi NTB memberikan jaminan kepada peserta mendapatkan pelayanan cepat dan maksimal di rumah-rumah sakit mitra. Ada 24 rumah sakit yang sudah menjadi mitra strategis BPJS Ketenagakerjaan dalam penanganan medis bagi peserta BPJS Ketanagakerjaan yang mengalami musibah kecelakaan kerja.

Di Kota Mataram adalah RSUD Kota Mataram, RSUD Provinsi NTB, RS. Bhayangkara, RS Harapan Keluarga, RS Risa, RS Siloam, RSI Siti Hajar. Sementara di Lombok Barat ada RSUD Patut Patuh Patju, RUSD Awet Muda. RSUD Lombok Utara. Di Lombok Tengah ada RSUD  Mandalika Provinsi NTB, RSUD Praya, dan RSI Yatofa. Sementara di Lombok Timur ada RSUD Selong, RS Lotim Medical Center, RSUD Labuhan Haji, dan RSUD Patuh Karya.

Di Pulau Sumbawa ada RSUD Manambai Abdulkadir, RUSD Sumbawa, RSUD Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat, RSUD Dompu. RSUD Bima, RSUD Sondosia, dan RSUD Kota Bima. Senin (29/3) kemarin, BPJS Ketenagakerjaan bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB melakukan pertemuan dengan perwakilan rumah sakit mitra yang ada di Pulau Lombok dan berdiskusi tentang Optimalisasi Kualitas Layanan Mitra Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) dalam Mendukung Sustainibility Growt Tahun 2023.

Kepala BPJS Ketanagakerjaan Provinsi NTB, Boby Foriawan mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan berupaya memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada peserta yang mengalami kecelakaan kerja. Semangat untuk memberikan pelayanan terbaik ini juga harus dilakukan sama oleh rumah sakit – rumah sakit PLKK di Provinsi NTB.

“Kami sedikit mendengar informasi soal pelayanan rumah sakit kepada peserta, ini menjadi bahan evaluasi kita bersama. Walau bagaimanapun, peserta harus mendapatkan pelayanan sebaik-baiknya,” tegas Boby. Kedepan, diharapkan pelayanan rumah sakit PLKK ini benar-benar sesuai yang diharapkan.

Menurutnya, tidak boleh lagi ada perdebatan siapa yang memberikan tanggungan. Apakah BPJS Kesehatan, atau BPJS Ketenagakerjaan. “Selama indikasi kecelakaan, kami BPJS Ketanagakerjaan yang menanggung biaya di rumah sakit. Berapapun besarnya, unlimited. Sepanjang pasiennya adalah peserta BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Sebagaimana perintah Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo dan direksi terkait, bahwa BPJS Ketenagakerjaan di daerah harus memastikan memberikan pelayanan terbaik kepada peserta. “Rumah sakit, berikan pelayanan sebaik-baiknya bagi peserta. Seluruh biaya diklaim ke BPJS Ketenagakerjaan, selama sudah memenuhi syarat, kami bayar langsung. Dan tidak boleh kami telat bayar biayanya,” demikian Boby.

Seperti diketahui, manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, hanya dengan Rp16.800 perbulan untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), jika kecelakaan kerja, biaya perawatan medis ditanggung tanpa batas sesuai kebutuhan rumah sakit. 1 tahun pertama digaji sesuai upah yang diterima bila kecelakaan kerja mengakibatkan cacat berat, dan berikutnya digaji 50 persen dari besaran upah. Santunan kematian 48x upah, santunan catat maksimal 56 x upah, beasiswa untuk dua orang anak sebesar Rp174 juta, biaya home care selama 1 tahun, dan program bekerja kembali.

Pada bagian lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, I Putu Gede Aryadi juga menegaskan, selain memberikan pelayanan rumah sakit semaksimal mungkin kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan yang notabenenya adalah pekerja, pihak rumah sakit juga harus memastikan seluruh pegawai, baik yang tetap maupun kontrak, atau pegawai outsourching harus didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Karena sudah menjadi amanat negara untuk memberikan pelayanan sebaik baiknya kepada peserta yang mengalami kecelakaan kerjaa. Tidak hanya memberikan pelayanan medis, rumah sakit juga harus mendaftarkan seluruh pekerja yang terlibat di dalam rumah sakit sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. simbiosis mutualisme juga,” demikian Gede Aryadi. (bul)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Gubernur NTB: NTB Siap Berbagi Strategi Ekonomi

0
Mataram (Suara NTB) - Industrialisasi terbukti memulihkan dan membangun ekonomi Nusa Tenggara Barat usai bencana gempa 2018. Lantas, pasca-relaksasi ekonomi selepas pandemi, strategi menggelar...

Latest Posts

Gubernur NTB: NTB Siap Berbagi Strategi Ekonomi

Mataram (Suara NTB) - Industrialisasi terbukti memulihkan dan membangun...

Bunda Niken: Kader PKK Adalah Orang-Orang Hebat

Mataram (Suara NTB) - Ketua Tim Penggerak PKK NTB,...

Lewat BRImo Future Garuda, BRI Dorong Talenta Muda Timba Ilmu Dari Empat Legenda Sepak Bola Dunia

Jakarta (suarantb.com) - Keberhasilan Timnas Indonesia U-22 di kancah...

NTB Kembangkan Industrialisasi Minyak Kayu Putih di Areal Perhutanan Sosial

Mataram (Suara NTB) - Lahan kering dan curah hujan...

Politik Identitas Dan Ancaman Demokrasi Menjelang Kontestasi Pemilu 2024

Oleh: Jhoni Sutangga, S.Fil.I., M. Sos. (Jurnalis Radar Mandalika,...