Sambut Hari Raya Nyepi, TK Cahaya Ananda Mataram Gelar Pawai Ogoh-Ogoh Mini

Mataram (Suara NTB) – TK Cahaya Ananda menggelar pawai ogoh-ogoh mini menjelang hari raya Nyepi, pada Sabtu, 18 Maret 2023. Pawai merupakan salah satu program kegiatan unggulan sekolah TK Cahaya Ananda yang dilaksanakan menjelang perayaan hari nyepi.

Ketua Panitia, Agus Widya Darma menjelaskan, melalui kegiatan ini sekolah ingin memperkenalkan dan mengajarkan adat tradisi umat Hindu nusantara kepada anak sejak usia sedini mungkin. Kegiatan pawai ogoh-ogoh mini ini merupakan kegiatan tahun ketiga sejak tahun pertama kegiatan ini dilaksanakan pada tahun 2019 lalu. Terpaksa harus terhenti selama dua tahun karena pandemi Covid-19 dan bisa lagi digelar pada tahun ini.

 

“Kegiatan mengarak ogoh-ogoh berkeliling ini dalam adat umat hindu bertujuan untuk menarik kekuatan atau energi negatif dari sekitar agar masuk bersama ogoh-ogoh dan hanya tersisa energi positif. Setelah ogoh-ogoh selesei diarak berkeliling, ogoh-ogoh kembali ke desa atau banjar tempat ogoh-ogoh dibuat dan selanjutnya dibakar. Tujuannya dibakar adalah untuk menghilangkan aura negatif atau aura jahat agar tidak menggangu saat umat Hindu melaksanakan catur brata penyepian di rumah,” ujarnya.

Catur brata penyepian merupakan empat pantangan yang wajib dilaksanakan saat hari raya nyepi yang terdiri dari tidak berkegiatan dan bekerja (amati karya), tidak menyalakan api dan lampu (amati geni), tidak berpergian (amati lelungan), dan tidak menghibur diri (amati lelanguan).

Kegiatan pawai ogoh-ogoh mini ini diikuti sekitar kurang lebih 200 peserta yang terdiri dari peserta didik serta didampingi oleh orang tua dan guru. Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat dan Kelurahan Karang Taliwang yang merupakan domisili dari sekolah TK Cahaya Ananda.

Selain itu kegiatan pawai ogoh-ogoh mini ini mendapatkan izin dari Polsek Sandubaya dan mendapatkan pengamanan dari personel kepolisian untuk menjaga ketertiban saat acara.

Kegiatan dimulai dari pukul 08.00 Wita dengan semua peserta didik kumpul di sekolah. Selanjutnyta pengarahan dari ketua panitia yaitu bapak.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Kepala TK Cahaya Ananda, Ida Ayu Anom Satiani, SE. Ia menyampaikan, setelah lama vakum, akhirnya TK Cahaya Ananda dapat berkumpul dengan semangat yang sama untuk mengikuti pawai ogoh-ogoh mini.

“Tentu saya sangat bangga tidak hanya kepada anak-anak juga kepada orang tua yang mau ikut terlibat dalam setiap kegiatan yang diadakan di sekolah. Saya berharap tidak hanya arak-arakannya saja, tetapi anak-anak juga mengerti dan tahu akan makna kegiatan pada hari ini,” jelasnya.

Lurah Karang Taliwang, Lalu Halit Wahyu Jati, SE.,ME., sekaligus membuka kegiatan menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang selalu aktif dalam berkegiatan. “Harapan saya makin banyak lagi kegiatan-kegiatan positif dalam rangka mengedukasi, baik secara sosial maupun keagamaannya. Saya beserta staf dan tentunya masyarakat pasti akan selalu mendukung,” tegasnya.

Selanjutnya arak-arakan ogoh-ogoh dibawa oleh para murid, rutenya dimulai dari sekolah menuju simpang empat Karang Taliwang dan putar balik kembali ke sekolah.

Setelah sampai di sekolah, salah satu ogoh-ogoh dibakar sebagai simbolis. Makna dari dibakarnya ogoh-ogoh ini adalah untuk memusnahkan segala hal buruk dan kejahatan yang ada di dunia. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama murid, orang tua dan guru sekolah. (r/ron)





Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Kapal Terbakar di Perairan Ampenan Mengangkut 5.900 Kiloliter Pertalite

0
Mataram (Suara NTB) - Sebuah kapal pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) membawa 5.900 Kiloliter (KL) Pertalite terbakar di perairan Pantai Ampenan, Minggu, 26 Maret...

Latest Posts

Kapal Terbakar di Perairan Ampenan Mengangkut 5.900 Kiloliter Pertalite

Mataram (Suara NTB) - Sebuah kapal pengangkut Bahan Bakar...

Kapal Pengangkut BBM Terbakar di Perairan Ampenan

Mataram (Suara NTB) - Sebuah kapal pengangkut Bahan Bakar...

Waspada! Modus Penipuan WhatsApp Mengatasnamakan Penjabat Pemprov NTB

Mataram (Suara NTB) - Penipuan pada media WhatsApp semakin...

Warga Pringgabaya Utara Temukan Mayat Bayi di Pinggir Pantai

Selong (Suara NTB) - Warga Dusun Segara, Desa Pringgabaya...