Setelah Lima Hari Pencarian, Jasad Anak Terseret Arus Akhirnya Ditemukan

0

Selong (Suara NTB) – Setelah lima hari pencairan, jasad Nirmala Putri, anak berusia 8 tahun warga Dusun Genjer, Desa Sukadana, Kecamatan Terara Lombok Timur (Lotim) akhirnya ditemukan. Korban yang tenggelam terseret ombak itu sudah tak bernyawa. Kondisi jasad korban terlihat sudah kaku

Korban ditemukan nelayan bernama Supri, warga Dusun Montong Meong, Desa Labuhan Haji Lotim, di perairan dekat Pantai Tanjung Ringgit, Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru, sekitar pukul 13.00 siang, Kamis, 16 Maret 2023. Diketahui, korban sebelumnya terseret ombak saat tengah mandi di Pantai Tanjung Menangis Desa Pringgabaya Lombok Timur pada hari Minggu, 12 Maret 2023.

Saat ditemukan, korban terlihat masih lengkap.  Supri yang kala itu tengah menangkap ikan berusaha mengevakuasi tubuh korban lalu dibawa ke  Pantai Sunrise Line (SRL) Labuhan Haji. Tim SAR kemudian datang mengevakuasi korban menggunakan kantong jenazah, untuk kemudian dibawa ke Puskesmas untuk diautopsi.

Kepala Seksi Humas Polres Lotim, Iptu Nikolas Oesman, menjelaskan, korban diduga terseret dari Pantai Tanjung Menangis menuju Tanjung Ringgit.  Dari lokasi korban tenggelam di Pringgabaya, ke Tanjung Ringgit sekitar 60 kilometer. “Arus laut di Selat Alas ini deras,” ungkap Kasi Humas Polres Lotim Nicolas Usman.

Saat kejadian lima hari lalu, berdasarkan keterangan saksi yakni teman korban bahwa sekitar pukul 15.30 Wita, korban bersama ibu kandungnya dan rombongan sampai di Pantai Tanjung menangis untuk berekreasi. Setibanya di lokasi, korban bersama saksi bermain di pinggir pantai.

Saat korban mengajak saksi untuk mandi di pantai, saksi memilih diam. Saat asyik mandi, beberapa saat kemudian tiba-tiba ombak laut datang dan langsung menyeret tubuh korban ke tengah. Melihat temannya diseret arus, saksi langsung berteriak minta tolong.

 Nikolas mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati saat membawa anaknya berekreasi khusus ke pantai. Diminta, warga yang membawa anaknya ke pantai tetap  mengawasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (rus)