Sempat Diprotes, Toko Serba Rp35.000 di Bima Kembali Dibuka

0

Bima (Suara NTB) – Toko serba Rp35.000 kembali dibuka. Sebelumnya toko yang berada di Desa Rato Kecamatan Bolo Kabupaten Bima itu sempat ditutup beberapa hari, setelah ada protes karena menjual barang murah dari para pedagang lain.

Dibuka kembalinya aktivitas toko tersebut berdasarkan hasil pembahasan yang melibatkan pihak-pihak terkait, seperti Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bima, Kepala DPMPTSP, Kapolsek, Danramil hingga Camat Bolo serta Kepala Desa (Kades) Rato.

“Sudah diputuskan, aktivitas toko serba Rp35.000 yang berada di Desa Rato Kecamatan Bolo bisa kembali dibuka,” kata Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bima, Sulaiman MT, Jumat, 17 Maret 2023.

Duta Partai Gerindra ini juga mengungkapkan kembali dibukanya toko tersebut disampaikan oleh pihaknya bersama dengan Pemkab Bima melalui OPD teknis serta pihak terkait secara langsung di tengah-tengah para pedagang yang mengajukan protes. “Kita sampaikan secara langsung dan bagusnya diterima dengan baik,” ungkapnya.

Sulaiman menjelaskan, dasar pihaknya mengeluarkan keputusan membuka kembali toko tersebut karena tidak ada masalah. Malah masyarakat umum bersyukur hadirnya toko itu karena menjual barang yang murah serba Rp35.000.

“Kita sudah cek ke lapangan tidak ada masalah. Begitupun dengan izin, kita sudah periksa. Izinnya lengkap,” katanya.

Untuk mencegah dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti aksi protes, Ia mengaku pihaknya sudah meminta pihak terkait terutama dari kalangan aparat penegak hukum (APH) untuk tetap mengawal dan menjaga.

“Sudah kita koordinasi ke Polsek dan Koramil agar tetap menjaga dan mengawal sebagai langkah pencegahan dan menghindari hal-hal yang tidak ingin terjadi,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan, Kepala DPMPTSP Kabupaten Bima, Drs. Ishaka. Ia menegaskan toko serba Rp35.000 yang berada di Desa Rato Kecamatan Bolo secara resmi sudah kembali dibuka pada Kamis, 16 Maret 2023. “Sudah clear semua. Toko serba Rp35.000 sudah kembali dibuka,” katanya.

Ishaka mengaku, penutupan sementara kemarin sebagai langkah antisipasi demi menjaga keamanan serta menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi. Pasalnya ada para pedagang yang keberatan hingga mengajukan protes.

“Toko ini sempat ditutup untuk menghindari reaksi dari pedagang lain. Namun sekarang sudah diterima,” katanya.

Ia mengajak masyarakat khususnya para pedagang untuk tetap bersaing sehat dalam menjalankan usahanya masing-masing. Tidak ada niat untuk menghalangi usaha orang apalagi yang sudah memiliki izin sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku. “Pemerintah bersama masyarakat juga akan tetap menjaga investasi untuk kemajuan daerah,” pungkasnya. (uki)