Jelang Usia 65 Tahun Lobar, Pasangan Fauzan-Sumiatun Belum Mampu Realiasasikan Tujuh Target RPJMD

0

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid mengaku, usia ke 65 tahun Lobar yang jatuh tanggal 17 April mendatang. Ada beberapa persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dikejar hingga akhir masa jabatannya tahun 2024 nanti. Di antaranya, target Indikator Kinerja Utama (IKU) RPJMD belum mampu direalisasikan 100 persen.

“RPJMD belum semua mencapai target, tapi kita masih punya waktu sampai April 2024,” katanya, Jumat, 17 Maret 2023.

Di antara yang belum mencapai target RPJMD, di antaranya rata-rata lama sekolah. Sedangkan untuk kemiskinan bisa diturunkan lumayan signifikan.

Sementara itu,  Wakil Bupati Lobar Hj. Sumiatun menegaskan, tahun 2024 merupakan tahun terakhir dari RPJMD Kabupaten Lobar 2019-2024 sekaligus tahun terakhir pemerintahan pasangan Fauzan Khalid- Sumiatun atau Zaitun, dan menjadi tahun politik.

Pada tahun 2024 gawe besar yang akan dilaksanakan yakni Pileg, Pilpres dan Pilkada. Ia berharap agenda pencapaian target akhir RPJMD tetap fokus, dan tuntas, sehingga visi Lobar yakni “terwujudnya Masyarakat Lombok Barat Yang Amanah, Sejahtera  dan Berprestasi Dengan Dilandasi Nilai Patut Patuh Patju” dapat diwujudkan bersama.

Ia mengingatkan kepada jajaran OPD, bahwa saat ini Pemda memiliki beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama-sama, terutama pada IKU RPJMD yang belum tercapai.

“Dari 20 indikator,13 indikator sudah tercapai. Sedangkan tujuh indikator belum tercapai, ini PR yang harus kita tuntaskan bersama,” katanya.

Tujuh indikator yang dimaksud jelas dia yaitu, Nilai AKIP Daerah, PDRB Per Kapita (ADHB), Nilai Realisasi Investasi (PMA dan PMDN).

Kemudian Tingkat Pengangguran Terbuka, Rata-Rata Lama Sekolah, Harapan Lama Sekolah, dan Indeks Pembangunan Gender. Disamping target IKU tersebut, secara nasional Pemda ditargetkan untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem pada tahun 2024, termasuk juga penurunan stunting tahun 2023 yang ditargetkan di bawah 15 Persen serta tantangan inflasi daerah yang harus dijaga pada posisi yang ideal.

“Semua itu perlu dibenahi dan dianggarkan dengan tepat, dan tentunya kita lakukan bersama-sama dengan semua pemangku kepentingan. Jadi kata kuncinya bersama-sama, kalau tidak bersama-sama ini tidak akan pernah selesai,” jelas dia.

Selanjutnya, pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah untuk terus melakukan inovasi dan menggali terus potensi agar dapat melahirkan inovasi. Inovasi itu pembaruan, satu gerakan harus dapat menyelesaikan tiga masalah.” itu baru namanya inovasi,”imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Lobar H Ahmad Saikhu mengatakan dilihat dari capaian-capaian tahun 2022, ada beberapa persoalan belum tuntas yang mesti dituntaskan tahun 2024. Yakni salah satunya capaian indikator RPJMD, dari 20 target indikator, 13 sudah tercapai, sedangkan tujuh target IKU RPJMD yang belum tercapai menjadi prioritas tahun ini dan tahun 2024 mendatang. “Dari permasalahan itu, kami sudah sampaikan apa yang menjadikan isu-isu strategisnya ke OPD. Dan juga kebijakan-kebijakan umum yang akan kita lakukan,”jelas dia. (her)