Walikota Prioritaskan Pemerataan Pembangunan

0

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana memprioritaskan pemerataan pembangunan di sejumlah kawasan di Kota Mataram. Pembangunan tidak hanya terfokus di kawasan te ngah kota dan bagian selatan, tetapi juga harus menyentuh daerah pinggir.

Hal ini diyakini memiliki dampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat. “Kegiatan dilaksanakan di tahun 2023 bahwa Pemkot Mataram berupaya memaksimalkan pemerataan pembangunan di seluruh kawasan,” kata Walikota saat memberikan sambutan pada pembukaan musyawarah pembangunan bermitra masyarakat (MPBM) tingkat Kota Mataram, Rabu, 15 Maret 2023.

Menurutnya, pemerataan pembangunan bisa dirasakan kemanfaatannya oleh masyarakat tidak hanya dari infrastruktur saja tetapi sosial kemasyarakatannya. Selain penataan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan sebut Walikota, di wilayah Kecamatan Sandubaya telah dibangun Taman Giong Siu. Kawasan itu akan dibenahi sehingga menjadi spot wisata baru bagi masyarakat Kota Mataram. Tempat persinggahan pengendara atau rest area juga dibangun di pintu masuk sebelah timur Kota Mataram. Tujuannya adalah peningkatan ekonomi masyarakat setempat. “Nanti pengendara dari Bima dan Sumbawa bisa beristirahat sejenak di rest area sebelum melanjutkan perjalanan atau masuk ke kawasan kota,” terangnya.

Berbagai pembangunan infrastruktur lainnya adalah, tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Mandalika. Pemkot Mataram mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat senilai Rp25 miliar untuk pembangunan TPST modern dengan pendekatan teknologi.
Setelah TPST beroperasi maka diyakini 60 persen sampah di Kota Mataram bisa tertangani. TPST itu tidak hanya pemilihan dan pengolahan sampah,juga ketersediaan makan maggot dan bahan baku PLN. “Insya Allah, Agustus atau Oktober sudah bisa beroperasikan dan nanti kita lihat dampaknya untuk mereduksi volume sampah,” jelasnya.

Mohan menambahkan, di pusat kota juga akan dibangun teras udayana. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelontorkan anggaran Rp6 miliar. Kawasan itu diharapkan dapat menjadi ruang berinteraksi sosial bagi masyarakat. Penataan ini juga akan berimbas terhadap aktifitas ekonomi dan lain sebagainya. “Kita juga akan tata kawasan Mataram Metro dan Pelabuhan Ampenan. Perlahan kita benahi kota ini supaya memberikan kesan dan suasana baik bagi masyarakat yang tinggal di sini,” demikian kata Mohan. (cem)