Maret, Wisatawan Mancanegara Mulai Ramai Berlibur di Gili Trawangan

0

Mataram (Suara NTB) – Kawasan Gili Trawangan Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai ramai didatangi wisatawan mancanegara yang berlibur pada bulan Maret 2023 ini. Hal ini mempengaruhi tingkat hunian kamar hotel atau okupansi di destinasi wisata unggulan tersebut.

Ketua Gili Hotel Association (GHA) Lalu Kusnawan mengatakan, angka kunjungan tamu ke wilayah Tiga Gili memang fluktuatif setiap bulannya. Di Bulan Maret ini mulai terjadi kenaikan jumlah tamu, sehingga okupansi hotel di atas 40 persen per tanggal 14 Maret 2023.

“Sekarang sudah naik. Kalau kenaikan dibandingkan dengan bulan Februari ya antara 30 hingga 40 persen. Kalau sekarang tamu banyak yang datang dari Australia dan Rusia. Kalau Eropa biasanya mulai datang Juli, Agustus dan September,” kata Lalu Kusnawan kepada Suara NTB, Selasa, 14 Maret 2023.

Ia mengatakan, pada saat perayaan Nyepi tanggal 22 dan 23 Maret mendatang, biasanya wisatawan asing banyak yang datang ke Tiga Gili. Mereka mengambil liburan di Gili karena masyarakat Bali sedang merayakan Nyepi. Imbas dari limpahan wisatawan dari Bali inilah, okupansi di Gili diprediksi bisa mencapai sekitar 60 persen.

Lalu Kusnawan menambahkan, peak season di Tiga Gili biasanya akan terlihat di bulan Juni, Juli, Agustus dan September seiring dengan datangnya musim liburan di Eropa. Usai musim liburan Eropa, kunjungan ke destinasi Tiga Gili biasanya terjadi penurunan di Oktober dan November sebelum akhirnya kembali naik di bulan Desember. Terlebih momentum Natal dan Tahun Baru menjadi musim liburan bagi wisatawan domestik.

Pantauan Suara NTB, wisatawan asing terlihat memenuhi jalanan Gili Trawangan pada Senin, 13 Maret 2023 dengan bersepeda dan cidomo-cidomo yang menjadi kendaraan utama di sana. Bar dan cace-cafe juga banyak mendapat tamu dari wisatawan. Tak sedikit tamu domestik juga datang ke Gili untuk liburan dan kegiatan pertemuan.

Menurutnya, kawasan Tiga Gili adalah bagian dari wajah pariwisata Indonesia. Jika ada persoalan yang terkait dengan lahan di Gili, maka sebaiknya dilakukan penyelesaian dengan cara yang baik tanpa mengganggu usaha pariwisata yang sedang berjalan. Sebab bagaimanapun juga tamu yang datang ke Gili harus mendapat pelayanan yang terbaik dan berkesan.(ris)