Bagian dari Malnutrisi, Lebih dari 2000 Anak di NTB Alami Obesitas

Mataram (Suara NTB) – Kasus obesitas pada anak-anak di Provinsi NTB menjadi salah satu atensi Ikadan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Pemprov NTB. Terlebih jumlah anak yang mengalami obesitas cukup tinggi.

Ketua IDAI NTB dr. Nurhandini Eka Dewi mengatakan, jika mengacu pada data Aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM), jumlah kasus obesitas di NTB lebih dari 2000 kasus.

Mereka masuk dalam kategori malnutrisi. Sebab malnutrisi bukan hanya masalah stunting saja, namun kasus obesitas juga adalah bagian dalam istilah ini.

“Jadi malnutrisi itu bukan hanya kekurangan gizi saja, namun obesitas pun adalah malnutrisi,” terang dr. Nurhandini Eka Dewi kepada Suara NTB Senin, 13 Maret 2023.

Ia mengatakan, Provinsi NTB saat ini sedang menghadapi beban ganda. Di saat  kasus gizi buruk dan stunting sedang berusaha keras dituntaskan, kasus obesitas pun tidak boleh dianggap enteng.

Selaku Asisten II Setda NTB, dr. Eka  mengatakan, Pemprov NTB sedang berupaya keras menangani malnutrisi, baik itu stunting dan gizi buruk maupun obesitas.

Secara umum, ada beberapa hal yang bisa memicu obesitas pada anak. Salah satunya karena ada masalah dengan kesehatan anak seperti hormonal. Namun banyak juga karena asupan atau input yang berlebih dan gerak yang kurang.

“Jadi kita menanganinya sesuai dengan penyebabnya. Misalnya karena hormonal atau input berlebih. Jika karena input berlebih dan gerak kurang, maka inputnya kita atur sambil kita minta olahraga” katanya.

Salah satu tantangan di dalam mencegah obesistas pada anak yaitu kecanduan game online yang tak terkontrol tanpa diimbangi dengan olahraga atau bergerak.

Selain itu, pemicu obesitas pada anak adalah konsumsi jajanan yang mengandung lemak tinggi atau makanan yang masuk kategori junk food. Sehingga orang tua diharapkan memperhatikan asupan makanan yang sehat untuk anak-anaknya dan mengajak untuk bergerak.

Senada dengan penjelasan dr. Eka, dikutip dari kemkes.go.id, setidaknya ada tiga penyebab utama obesitas pada anak. Yang pertama adalah genetik atau faktor keturunan.

Yang kedua, karena sering mengonsumsi makanan siap saji dan olahan. Makanan siap saji dan olahan cenderung tinggi lemak dan gula namun rendah serat. Makanan berlemak dan bergula mempunyai kepadatan energi yang tinggi.

Faktor ketiga adalah penurunan aktivitas fisik.Dengan kemajuan teknologi,  anak akan memanfaatkan waktu luang dengan bermain di dalam rumah dibanding di luar rumah. Mereka lebih gemar menonton TV / video, bermain gadget, game komputer/ videogame. Menonton TV lebih dari 5 jam dapat meningkatkan risiko obesitas.(ris)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Buku Servis Motor Honda Hilang, KPB Digital Solusinya

0
Bima (Suara NTB)-Zaman sudah mulai digital. Hal ini dimanfaatkan oleh perusahaan otomotif roda dua yaitu sepeda motor Honda untuk bertransmigrasi dalam mempermudah konsumen, kini...

Latest Posts

Buku Servis Motor Honda Hilang, KPB Digital Solusinya

Bima (Suara NTB)-Zaman sudah mulai digital. Hal ini dimanfaatkan...

Gelar Pelatihan, Rumah BUMN PLN Dorong UMKM di Sumbawa Naik Kelas

Sumbawa (Suara NTB)-PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumbawa...

PLN Dorong Perkembangan Bisnis Tekstil dan Jasa Binatu di Mataram

Mataram (Suara NTB)-PLN Unit Induk Wilayah NTB terus menunjukkan...

Honda CB650R Semakin Gagah dengan Nuansa Baru

Mataram (Suara NTB)-PT Astra Honda Motor (AHM) menyuguhkan warna...