Siapkan Program Penyerapan Lulusan di Luar Negeri

0

STIKES Yarsi Mataram adalah salah satu perguruan tinggi bidang kesehatan yang banyak mengirim lulusannya bekerja di luar negeri. Hal ini ditopang oleh sejumlah kegiatan akademik yang mendukung hal tersebut.

Wakil Ketua I Bidang Akademik STIKES Yarsi Mataram Irwan Hadi mengatakan, untuk menyiapkan lulusan yang siap bekerja di luar negeri, pihaknya telah mengubah kurikulum yang mengacu pada dunia usaha dan industri. Artinya kurikulum yang dijalankan STIKES Yarsi Mataram susuai dengan kebutuhan stakeholder.

Irwan Hadi (Ekbis NTB/ist)

“Dari perubahan kurikulum itu, kami juga membuat program peningkatan lulusan ke luar negeri terutama ke Jepang dengan program internship. Di mana mahasiswa akan melakukan program magang ke Jepang selama satu tahun yang dikonversi menjadi nilai mata kuliah,” kata Irwan Hadi kepada Ekbis NTB akhir pekan kemarin.

Selain itu, pihaknya mengembangkan kurikulum dengan membuat mata kuliah unggulan berupa pelajaran tiga bahasa asing yaitu Bahasa Jepang, Jerman dan Belanda. Tiga bahasa ini bisa dipilih oleh mahasiswa sesuai dengan tujuan mereka bekerja nantinya. “Kami juga menyiapkan lulusan yang akan bekerja ke Timur Tengah,” tambahnya.

Stikes Yarsi juga menfasilitasi mahasiswa yang sudah lulus untuk bekerja di luar negeri melalui program up grading skill employee. Untuk tahun ini, pihaknya mengirim sekitar 35 lulusan yang bekerja di Rumah Sakit Al-Sulayman Riyadh Saudi Arabia.

“Kalau di Jepang, ada tiga mahasiswa yang sedang mengikuti program Internship. Jadi total ada 10 mahasiswa yang mengikuti program internship, sisa tiga yang belum selesai,” katanya.

Adapun untuk program ke Jerman, di Prodi S1 Keperawatan Stikes Yarsi Mataram terdapat mata kuliah Bahasa Jerman. Tujuannya agar setelah lulus kuliah, mereka bisa langsung melamar kerja di sejumlah fasilitas kesehatan di Jerman yang kini sedang dibuka oleh Pemerintah Indonesia.

“Jadi alhamdulillah, angka penyerapan lulusan Stikes Yarsi Mataram ini di atas 85 persen. Sementara 15 persennya rata-rata melanjutkan studi di S2 dan berwirausaha,” katanya.

Salah satu instrumen penting dalam proses penyerapan lulusan yaitu peningkatan kelulusan uji kompetensi. Untuk D3 Keperawatan 100 persen kelulusan uji kompetensi, D3 Kebidanan 95 persen, serta Profesi Ners sebanyak 98,5 persen. Sehingga rata-rata kelulusan uji kompetensi di Stikes Yarsi Mataram di atas 95 persen. “Kami mendapatkan angka persentase terbaik di Bali Nusa Tenggara,” katanya.

Hal senada disampaikan salah satu dosen pengampu Bahasa Inggris, Drs. Syahril, M.Pd. Dalam menyiapkan calon tenaga kesehatan ke luar negeri, pihaknya di kampus memberikan pembekalan kemampuan berbahasa pada mahasiswa, khususnya berkaitan dengan bidang yang akan digeluti.

Dari pembekalan berbahasa ini, setidaknya, kemampuan mahasiswa  dalam menghadapi peluang bekerja ke luar negeri cukup siap, sehingga ketika dilakukan pembekalan atau pelatihan oleh perusahaan pencari kerja, mahasiswa ini langsung siap dikirim.

Tidak hanya itu, selain dosen memberikan langsung bimbingan di kelas, pihak kampus mendatangkan pembicara asli (native speaker) ke kelas. Mahasiswa bisa berinteraksi dengan pembicara asli ini, sehingga akan menambah kepercayaan mahasiswa untuk semakin mempraktikkan kemampuan berbahasa yang dimiliki.

Ditegaskannya, Stikes Yarsi Mataram memiliki kelas internasional yang memiliki kegiatan rutin akhir pekan dengan melakukan praktik bersama pembicara asli yang merupakan salah satu bentuk persiapan kerja ke luar negeri. ‘’Kelas internasional ini merupakan salah satu unggulan kami dan mahasiswa yang ada di sana siap bekerja ke luar negeri,’’ ujarnya. (ris/ham)