Kasus Tiket Tidak Berperforasi di Event ”Smanda Reunion” Dihentikan

0

Mataram (Suara NTB) – Penyidik Satreskrim Polresta Mataram, menghentikan penanganan kasus penjualan tiket tidak berperforasi di event Smanda Reunion yang dilaksanakan 4 Januari lalu. Adanya pengembalian sisa kewajiban pajak menjadi menjadi alasan. “Penanganan kasusnya sudah kami hentikan karena panitia pelaksana sudah mengganti sisa kewajiban pajak dari tiket yang tidak berperforasi itu,” kata Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, kepada wartawan, Minggu, 12 Maret 2023.

Total kewajiban pajak yang harus diganti oleh panitia lanjut Kadek yakni sebesar Rp25,1 juta dari sekitar 500 tiket yang tidak berperforasi tersebut. Karena semua kewajiban tersebut sudah diganti sehingga penanganan kasusnya juga dihentikan. “Semuanya sudah diganti jadi kasusnya kami tutup,” sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus ini diusut karena ada dugaan kebocoran pendapatan dari adanya penjualan tiket tidak berperforasi yang beredar. Apalagi di setiap penjualan tiket untuk pelaksanaan event, Pemerintah mendapatkan pendapatan sebesar 10 persen dari tiket yang terjual.

Dalam mengusut persoalan ini, Polresta Mataram telah mengumpulkan data lapangan saat konser Sheila On 7 berlangsung pada Rabu malam, 4 Januari 2023 di Parkiran Timur Lombok Epicenterum Mall. Pengumpulan data tersebut berangkat dari temuan tiket penonton tanpa tanda perforasi legal dari pemerintah. Tiket itu pun sudah disita sebagai barang bukti. (ils)