Safari Ditutup, Ratusan Pelaku Usaha Dibantu Sertifikat Halal Produknya

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Safari sertifikat halal untuk kecamatan Sumbawa telah berakhir. Sejak dibuka sekitar sebulan lalu, sebanyak 685 pelaku usaha dibantu pengurusan sertifikat halal untuk produk produk mereka pada enam kelurahan dalam Kota.

Penutupan Safari Sertifikasi halal dihadiri Wakil Bupati Sumbawa, Hj.Dewy Noviani S.Pd.,M.Pd, Kamis, 9 Maret 2023. Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, menjelaskan sejak dibuka oleh Bupati Sumbawa di Kelurahan Lempeh sampai saat ini yang sudah diproses sebanyak 675 pelaku usaha yang dibantu sertifikat halal produknya, khusus di kecamatan Sumbawa.

“Animo dari pelaku usaha di kalangan UMKM  untuk mengurusi sertifakat halal produk sangat luar biasa. Karena sertifikat halal ini merupakan salah satu program unggulan dan prioritas pemerintah Kabupaten Sumbawa sekaligus juga prioritas Nasional,”terang Dedy.

Pada tahun 2024 sertifikat halal ini diwajibkan untuk seluruh pelaku usaha. Oleh sebab itu, terobosan yang dilakukan Pemkab Sumbawa ini diapresiasi langsung oleh Kemenag melalui Badan Penyelenggara Jaminan Halal (BPJH), yang merupakan satu-satunya yang dilakukan di Indonesia dan sekaligus sebagai contoh untuk daerah lain. Untuk persyaratan mendapatkan sertifikasi halal ini syarat-syaratnya yaitu,NIB,NPWP dan email.

Wabup menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini. Sebagai upaya akselerasi sertifikasi halal bagi para pelaku usaha. Yang muaranya diharapkan dapat membangun ekosistem industri halal di Kabupaten Sumbawa

Untuk diketahui setelah berlakunya undang-undang Nomor 31 tahun 2014 tentang jaminan produk halal seluruh produk yang dikosomsi oleh masyarakat wajib bersertifikat halal pada tahun 2024 dan secara bertahap diwajibkan untuk barang/produk yang digunakan oleh masyarakat wajib bersertifikat halal pada tahun 2026 hingga tahun 2028. “Oleh karena itu penyelenggaraan jaminan produk halal ini harus menjadi perhatian serius kita semua pemerintah daerah harus hadir dalam urusan ini,” kata Novi.

Salah satu program unggulan Mo Novi, adalah penggratisan label BPOM, label Halal, jaminan pemasaran bagi UMKM bantuan kemandirian bagi komunitas milenial dan pelaku ekonomi kreatif. Sehingga Wabup berharap kepada para pelaku usaha agar memanfaatkan kesempatan ini. Sebab sertifikat halal merupakan bagian dari tanggung jawab pelaku usaha dalam mewujudkan pelayanan terbaiknya kepada konsumen.

Wabup juga menghimbau para pelaku usaha yang belum bersertifikasi halal untuk segera mengajukan sertifikasi halal. Terlebih pada  23 sampai 25 Juni mendatang, Sumbawa

akan kembali menjadi tuan rumah event internasional MXGP Samota 2023, yang di dalamnya akan ada festival UMKM. Tentunya UMKM yang sudah bersertifikat halal akan lebih mudah dalam memasarkan produknya. (arn)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Optimalisasi Pemanfaatan FABA, PLN Berikan Bantuan Mesin Cetak Paving Block dan...

0
PLN Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Tambora terus berkomitmen untuk mendukung penggunaan energi terbarukan dan pengelolaan limbah secara efisien dengan konsisten dan berkesinambungan. Dalam upaya tersebut,...

Latest Posts

Optimalisasi Pemanfaatan FABA, PLN Berikan Bantuan Mesin Cetak Paving Block dan Batako di KSB

PLN Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Tambora terus berkomitmen untuk...

Fashion Night ”Enchanted” untuk Bangkitkan Minat Desainer NTB

DESAINER-desainer lokal sejatinya memiliki  potensi yang sangat besar untuk...

Kemenkeu Apresiasi Belanja DBH-CHT untuk Jamsostek 12.689 Petani Tembakau di Lotim

KEMENTERIAN Keuangan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur...

Izin Pendakian Rinjani Melalui Jalur Pakauan Dibahas Pemda dan TNGR

SETELAH gencarnya Pemda Lombok Barat (Lobar) bersama pihak terkait...