Taliwang (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), H. W. Musyafirin menyerahkan bantuan bibit padi bagi sejumlah petani yang terdampak banjir di kecamatan Seteluk, Kamis, 9 Maret 2023.
Bupati dalam sambutannya mengatakan, bantuan yang diserahkannya tersebut berasal dari sumbangan berbagai pihak dan sifatnya tidak terikat. Jumlahnya sebanyak 1.100 ton dan akan diperuntukkan bagi petani yang memiliki kesempatan untuk kembali dapat melakukan penanaman ulang secepatnya. “Jadi bantuan ini tidak bisa semua (petani korban banjir menerima). Mohon dipahami,” kata bupati.
Menurut bupati, kerugian yang dialami petani yang terdampak banjir di seluruh kecamatan oleh pemerintah akan diupayakan diberikan bantuan. Salah satu opsi yang disiapkan Pemda KSB untuk menalangi bentuk kerugian petani baik akibat banjir maupun dampak lainnya di musim tanam ini adalah menggunakan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
”Saat ini yang jelas suportnya adalah diupayakan lewat klaim asuransi petani terhadap yang terkena dampak dan termasuk gagal panen. Program itu kita pakai karena preminya dibayar oleh daerah sebagaian dan pusat juga ada beri subsidi,” papar bupati.
Menanggapi soal kejadian banjir yang melanda sejumlah kecamatan hingga menimbulkan banyak kerugian di masyarakat. Bupati mengatakan, agar masyarakat tak sepenuhnya menyalahkan alam. Ia meyakini, bencana tersebut memiliki makna di mana penyebabnya dapat pula dikarenakan oleh kelalaian masyarakat selaku manusia. “Sebab-sebab banjir itu kan bisa kita lihat. Bisa jadi area serapan air kita di hulu semakin minim. Itu dikarenakan ada kerusakan hutan. Nah siapa yang rusak hutan, kan manusia. Jadi kita harus introspeksi diri lagi dan berikhtiar bagaimana banjir tidak terjadi lagi ke depannya,” cetus bupati.
Sementara itu kepala Dinas Pertanian (Distan) KSB, Muhammad Saleh yang turut mendampingi bupati pada acara penyerahan bantuan menjelaskan, pihaknya telah melakukan pendataan kerugian yang diderita petani di musim tanam ini. Baik itu kerugian yang ditimbulkan oleh bencana alam banjir maupun sebab lainnya. “Data yang kami kumpul semua bentuk kerusakan. Tidak saja akibat banjir pak bupati,” lapornya.
Dari hasil pendataannya, lanjut Saleh, untuk kerusakan lahan pertanian diakibatkan banjir tercatat sebanyak 858,87 hektar sementara akibat terendam air dan puso seluas 348,93 hektar. “Kalau yang terendam air dan puso kami mendeteksinya terjadi di Sapugara Bree, Meraran dan Sampir,” urainya.
“Dan sawah yang terdampak banjir kemarin (Selasa) untuk wilayah Seran dan Seteluk atas masuk asuransi. Kemudian akibat bencana banjir kemarin, berkat laporan kami dibantu oleh Badan Standardisasi Insrtument Pertanian (BSIP) sebesar 1,5 Ton benih padi,” sambung Saleh. (bug)