Kominfo RI Gelar Diskusi Pentingnya Etika Pelajar di Dunia Digital

0

Giri Menang (Suara NTB) – Bebasnya sumber dan bahan pelajaran di kelas online saat ini menuntut guru dan siswa di sekolah umum dan pesantren makin literat digital. Di antaranya, yakni bisa memahami pesan, memproses, dan bisa berbagi informasi secara efektif dengan banyak orang dalam beragam bentuk informasi.

Sadar akan pentingnya para siswa dan pelajar juga santriwati memahami etika dalam belajar di dunia digital mutakhir, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi menggelar diskusi online untuk kalangan siswa/santri di MTs dan MA Nurul Hariman, Lombok Barat Nusa Tenggara Barat, Sabtu, 4 Maret 2023.

”Acaranya gratis. Untuk bisa mengikuti, cukup mendaftar ke link zoom https://s.id/daftarbalinustra0403. Selain mendapat e-sertifikat dari kemenkominfo, ada hadiah berupa e-money sebesar 1 juta untuk 10 pesserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Jumat, 3 Maret 2023.

Kemenkominfo menyatakan, riset DataReportal menyebutkan pengguna aktif media sosial di Indonesia kini telah mencapai angka 191,4 jiwa. Dari tahun ke tahun jumlahnya selalu meningkat. “Literasi digital adalah sebuah keniscayaan agar masyarakat makin cakap digital,” tegasnya.

Diskusi menarik bertajuk “Etika Pelajar di Dunia Digital” itu, mengupas tema dari 4 (empat) pilar literasi digital: kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital. Adapun narasumber yang hadir, di antaranya: M Adhi Prastowo (dosen dan digital enthusiast), Romisa Zildjian (Anggota relawan TIK Provinsi Bali).

“Selain itu ada seorang musisi sekaligus entrepreneur Rio Allief, yang akan membahas keamanan digital. Diskusi akan dipandu oleh moderator Dodo Dondi,” jelas Kemenkominfo dalam rilisnya.

Kemenkominfo menambahkan, penyelenggaraan webinar diharapkan mampu membuat para peserta makin cerdas sehingga bisa memilah informasi hoaks yang makin membanjiri media sosial. “Makin cerdas dan terliterasi, siswa akan semakin baik dan bisa selektif mengambil manfaat yang efektif,” pungkasnya.

Kemenkominfo menyelenggarakan program literasi digital secara serentak di wilayah kegiatan dari Sumatera hingga Papua. Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia pada tahun 2024 menuju Indonesia #MakinCakapDigital.

Saat ini, Indeks Literasi Digital Indonesia telah semakin baik. Hal itu diketahui dari hasil pengukuran Indeks Literasi Digital Indonesia 2021 yang digelar oleh Kemenkominfo bekerja sama dengan Katadata Insight Center (KIC). Secara keseluruhan, Indeks Literasi Digital Indonesia 2021 mencapai 3.49 dari skala 1-5, atau naik dari pencapaian tahun sebelumnya 3.46.

Skor tertinggi indeks literasi digital Indonesia diraih pilar budaya digital (digital culture) dengan skor 3.90. ”Diikuti etika digital (digital ethics) skor sebesar 3.53, dan kecakapan digital (digital skill) sebesar 3.44. Kemudian keamanan digital (digital safety) mendapat skor terendah, 3.10 atau sedikit di atas sedang,” sebut Kemenkominfo.

Program nasional Indonesia Makin Cakap Digital (IMCD) 2023 mulai dilaksanakan Kemenkominfo sejak 27 Januari 2023. Program Kominfo yang berkolaborasi dengan Siberkreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.

Tahun ini, IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat, utamanya yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital, sebagai peserta. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman. (*)