Bupati KSB akan Klarifikasi Perusahaan Terkait Rekrutmen Naker Gelombang Pertama

0

Taliwang (Suara NTB) – Tak kunjung tuntasnya penepatan 245 tenaga kerja (Naker) pembangunan smelter hasil rekrutmen tahap pertama mendapat atensi dari bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), H. W. Musyafirin. Bupati menyatakan akan mengklarifikasi masing-masing perusahaan perekrut.

“Hari ini kita ada pertemuan soal itu. Semua manajemen perusahaan kita panggil tanpa terkecuali,” cetus bupati kepada wartawan, Kamis 2 Februari 2023.

Sama halnya dengan masyarakat dan khususnya Naker yang telah direkrut. Bupati menyatakan, pemerintah pun memiliki pertanyaan yang sama kepada perusahaan terkait progres penempatan 245 Naker yang telah diterima pada perekrutan gelombang pertama tersebut. Apakah kemudian perusahaan memiliki kendala di lapangan sehingga proses penempatannya belum seluruhnya. Atau ada hal teknis lain yang menjadi penghabat di luar kendali perusahaan bersangkutan. “Kita akan tanya semuanya supaya jelas. Kan sebelumnya kita punya target untuk menyelesaikan perekrutan tiap gelombangnya,” paparnya.

Bupati menegaskan, di sisi pemerintah tentu semua proses rekrutmen harus sesuai target. Namun demikian jika ada kendala di internal perusahaan harusmya ada konfimasi yang jelas kepada sehingga kemudian pemerintah dapat menginformasikan ke masyarakat. “(karena sudah lewat jadwal) target kita yang pertama ini secepatnya harus diselesaikan pastinya,” tandas bupati.

Selanjutnya bupati pun berharap, perusahaan terbuka dengan berbagai persoalan yang dihadapinya kepada pemerintah. Mengingat proses rekrutmen sesuai kesepakatan antara perusahaan dan pemerintah dilalukan melalui mekanisme satu pintu. “Kita selalu optimis bahwa proses rekrutmen berikutnya tetap sesuai target. Jadi kalau ada apa-apa (masalah) yang harus dikomunikan semuanya supaya kita (pemerintah) mengetahuinya,” ujar bupati.

Sebagai informasi ada tiga perusahaan yang mengelola pembangunan proyek smelter masing-masing bersama mitra kerjanya yang merekrut 245 Naker di gelombang pertama. Perusahaan itu adalah PT Pengembangan Industri Logam (PIL), PT Krakatau Tirta Industri (KTI) dan terakhir PT Japan Gas Company (JGC). (bug)