Museum Negeri NTB Dukung Lobar Miliki Museum Daerah

Giri Menang (Suara NTB) – Museum Negeri NTB melakukan kegiatan roadshow pertama kali ke Lombok Barat (Lobar), Selasa, 31 Januari 2023. Kunjungan yang dipimpin Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam, S.H., M.H., langsung bertemu dengan  Sekda Lobar H. Ilham. Hadir dalam kesempatan itu, Staf Ahli Bupati Bidang SDM H. Najamudin, Kabag Ortal Setda H. Subardi dan rombongan  Museum Negeri NTB.

Pada kesempatan ini, Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam, menegaskan, komitmen pihaknya  terus berkomitmen untuk membangun dan melestarikan cagar budaya yang ada di NTB. Namun hal tersebut membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan kontribusinya termasuk pemerintah kabupaten/kota.

Mantan Kabag Hukum Setda Lobar ini, menjelaskan, kegiatan pelestarian cagar budaya harus berpedoman pada aturan dan kebijakan yang berlaku di masing-masing daerah. “Kami terus  membangun komitmen dalam pelestarian cagar budaya dan berkolaborasi dengan Pemkab/Pemkot,” ujarnya.

Ahmad Nuralam mengungkapkan dengan adanya kunjungan tersebut dapat menjadi media penghubung untuk menyamakan persepsi dan menguatkan kesamaan pandangan antara Pemkab Lobar dengan pihak Museum Negeri NTB.

Pihaknya mendorong Pemkab Lobar  membentuk museum daerah dengan memperhatikan karakteristik dan ciri khas masing-masing daerah dalam menjaga dan melestarikan cagar budaya. “Kami mengajak dan mendorong Pemda Lobar membentuk museum daerah dengan ciri dan kekhasan daerah,” ujarnya.

Sekda Lobar H. Ilham menyambut baik rencana pihak Museum NTB dalam hal melestarikan warisan budaya yang ada di Lobar. Pemda tentu akan mendukung segala bentuk kegiatan pelestarian cagar budaya, karena itu merupakan kekayaan budaya yang dimiliki daerah. Adanya kegiatan pelestarian ini mencegah dan menghindari kepunahan sejarah suatu peradaban.

“Rekomendasi kebudayaan serta pelestarian cagar budaya agar tidak punah dan perawatan tentunya harus melibatkan masyarakat sekitar,” jelasnya.

H. Ilham berharap dalam hal pelestarian cagar budaya hendaknya tetap melibatkan masyarakat, karena tidak menutup kemungkinan masyarakat masih banyak menyimpan benda-benda bersejarah. Edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang pengelolaan benda bersejarah harus digalakkan, dengan demikian masyarakat akan faham tentang pemeliharaan benda bersejarah dengan baik.

“Apalagi sebagian besar masyarakat memiliki benda peninggalan sejarah yang harus tetap dirawat serta dijaga agar tidak punah dan lapuk dimakan usia,” jelasnya.

Pihaknya mendukung langkah Museum Negeri NTB mendorong setiap daerah memiliki museum daerah. Dalam hal ini, Pemkab Lobar segera membentuk Pokja Pendirian Museum Daerah Lobar agar semua potensi benda sejarah di daerah ini terdata. Diharapkan dengan adanya museum daerah akan melahirkan sektor wisata baru bagi Lobar. “Kami mendukung program ini dan Lobar akan segera membentuk pokja,”  ujarnya. (her)





Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Kapal Terbakar di Perairan Ampenan Mengangkut 5.900 Kiloliter Pertalite

0
Mataram (Suara NTB) - Sebuah kapal pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) membawa 5.900 Kiloliter (KL) Pertalite terbakar di perairan Pantai Ampenan, Minggu, 26 Maret...

Latest Posts

Kapal Terbakar di Perairan Ampenan Mengangkut 5.900 Kiloliter Pertalite

Mataram (Suara NTB) - Sebuah kapal pengangkut Bahan Bakar...

Kapal Pengangkut BBM Terbakar di Perairan Ampenan

Mataram (Suara NTB) - Sebuah kapal pengangkut Bahan Bakar...

Waspada! Modus Penipuan WhatsApp Mengatasnamakan Penjabat Pemprov NTB

Mataram (Suara NTB) - Penipuan pada media WhatsApp semakin...

Warga Pringgabaya Utara Temukan Mayat Bayi di Pinggir Pantai

Selong (Suara NTB) - Warga Dusun Segara, Desa Pringgabaya...