Hotel Dibakar, Temada Alami Kerugian Sekitar Rp5,7 Miliar

0

Selong (Suara NTB) – Pihak PT Temada Pumas Abadi mengalami kerugian sekitar Rp 5,7 miliar lebih akibat pembakaran fasilitas hotelnya di Tampah Bolek, Dusun Kaliantan, Desa Seriwe, Kabupaten Lotim, Selasa, 31 Januari 2023.

Penanggung Jawab Hotel Temada, Surya Jaya kepada Suara NTB mengatakan saat ini pihaknya sebenarnya tengah proses membangun. Yakni dimulai dengan menata lingkungan. Untuk bangunan fisik, baru beberapa unit dibangun. Seperti beberapa ruangan hotel, gudang logistik, pos jaga dan pagar pembatas. Akibat kejadian aksi massa Selasa lalu semua fasilitas tersebut sudah rusak.

Sementara itu, soal lanjutan membangun keseluruhan bangunan fisik sendiri rencana akan dibangun sebanyak 27 unit kamar setelah lebaran 2023.

Surya Jaya menjelaskan, PT Temada memiliki lahan seluas 14,5 hektar. Bangunan dan pembatas yang ada sesuai dengan luas areal tersebut. Adanya pembatas sampai mendekati pantai itu sebenarnya sudah sesuai dengan luas areal Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dikantongi PT Temada Pumas Abadi.

Pihak hotel ini mempertanyakan alasan kenapa pihaknya saja yang dipersoalkan mengenai tembok batas mendekati sempadan pantai. Padahal, banyak pengembang lainnya yang melakukan hal yang sama.

Menurutnya, jika diberlakukan hal yang sama bagi semua pihak pengembang, pihak Temada siap melaksanakan ketentuan tersebut. “Kenapa PT. Temada yang membangun kok selalu dipermasalahkan zona pantai. Pemda juga harusnya berkewajiban melihat kebutuhan masyarakat dengan menyediakan akses  jalan,’’ tegasnya.

Dikatakan, seandainya tidak ada dari pihak Temada yang memberikan akses jalan 7 meter x 600 meter, maka masyarakatnya tidak akan bisa lewat mana. ‘’Kami dari pihak perusahaan sudah memberikan akses jalan,’’ sebutnya.

Selanjutnya, langkah dilakukan pihak Temada sedang mengajukan proses hukum. “Saat ini sedang BAP saksi dan kita menunggu proses dari pihak Kepolsian,’’ katanya.

Soal tuntutan dari sempadan pantai saat ini masih perbincangan. Tak bisa diberlakukan hanya temada. ‘’Kalau mau semua, maka semua harus diterapkan sama,’’ imbuhnya.

Pihak pengembang sebenarnya tak mau bangun sampai pantai. Itu hanya asumsi yang melakukan perusakan. Temada sendiri tetap mengedepankan keamanan tamu. ‘’Jadi lebih enak alam yang dibangun, kita jaga supaya tidak abrasi,’’ katanya.

Adapun alasan menjelang bau nyale menurut Surya Jaya sebenarnya merupakan alasan klasik dan merupakan keinginan sepihak dari kelompok tertentu.

Kapolres Lotim, AKBP Hery Indra Cahyono mengatakan siap mengamankan investasi. Bersama dengan Dandim 1615 Lotim, ia meyakinkan saat ini kondisi pasca pengerusakan dan pembakaran hotel milik PT Temada Pumas Abadi di Tampah Bolek Dusun Kaliantan Desa Seriwe Selasa lalu sudah membaik.

‘’Sampai saat ini situasi kamtibmas di Lombok Timur kondusif,” jawab Kapolres saat dikonfirmasi via ponselnya. Ia juga mengimbau kepada warga masyarakat tidak mudah emosi dan terprovokasi.

Dijelaskan, apabila ada permasalahan diminta segera disampaikan dan dimusyawarahkan. Diterangkan,  di Kabupaten Lotim sendiri sudah ada satuan Tugas Penanganan Konflik Sosial (PKS) dan Balai Mediasi.

Lebih lanjut terkait masalah pembakaran dan pengrusakan Hotel Temada, Kapolres menegaskan terus mencari akar permasalahan dan mencari solusi dengan melibatkan semua pihak pemerintah daerah, Badan Pertanahan Nasional (BPN), masyarakat setempat dan pengusaha sendiri. Aparat keamanan dari kepolisian terus patroli dan memberikan imbauan kepada masyarakat.

‘’Kita terus melakukan patroli dan imbauan ke semua masyarakat agar sama-sama menjaga kamtibmas,” katanya. Proses hukum terkait perusakan dam pembakaran hotel  saat ini sedang berjalan (dalam proses).  Terkait dengan proses hukum, polisi sudah memeriksa enam orang saksi. (rus)