SMPN 3 Mataram Latih Siswa Manfaatkan Barang Bekas Jadi Produk Berkualitas

0

Mataram (Suara NTB) – SMPN 3 Mataram terus mendorong siswa berkreativitas dan berinovasi. Salah satunya melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam pembelajaran kurikulum merdeka belajar. Penerapan kegiatan tersebut melalui pameran mini hasil karya pemanfaatan barang bekas menjadi produk berkualitas.

Hal itu disampaikan Kepala SMPN 3 Mataram, Suherman pada Selasa 31 Januari 2023. Ia mengatakan, aktualisasi kegiatan P5 tersebut melalui pameran mini hasil karya pemanfaatan barang bekas menjadi produk berkualitas. Pameran telah dilaksanakan pada hari Sabtu beberapa waktu lalu. “Selanjutnya akan diadakan pameran karya siswa pada akhir semester pada saat pembagian rapor,” ujar Suherman.

Menurutnya, pada saat pameran ketika pembagian rapor, pihaknya akan mengundang orang tua siswa, serta menggandeng alumni SMP Dolar, sebutan SMPN 3 Mataram. Dalam pameran tersebut, pihak sekolah menganjurkan agar produk yang dihasilkan putra putrinya dibeli sebagai bentuk apresiasi kepada anak-anaknya.

“Diharapkan siswa bisa berproduksi hidup mandiri dengan life skill yang diperoleh di sekolah sekarang, yang bisa diterapkan kelak setelah menyelesaikan studi di SMPN 3 Mataram,” ujar Suherman.

SMPN 3 Mataram menerapkan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Mandiri Berubah. “Kami belum menjadi sekolah penggerak, tetapi sedang mempersiapkan guru menjadi guru penggerak dan sekolah untuk menuju sekolah penggerak,” ujar Suherman.

Di samping itu,  pada tahun ini SMPN 3 Mataram akan lebih fokus pada pengembangan kegiatan nonakademik dengan peningkatan kualitas ekstra kurikuler. Salah satu upaya yang telah dilakukan yaitu dengan mengalokasikan dana cukup untuk membiayai kegiatan tersebut.

“Hal ini kami lakukan karena sudah dua tahun pandemi Covid-19 ini kami tidak banyak berprestasi, kami akan bangkit untuk meraih dan mempersiapkan secara lebih serius sesuai dengan spirit branding SMPN 3 Mataram yakni ATRAKTIF (Akhlaq Mulia, Terampil,Antusias, dan Kreatif,” pungkas Suherman. (ron)