Mahasiswa KKN Unram Kelurahan Geres Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Lokal dalam Pengolahan Makanan Sehat

0

Mataram (Suara NTB) – Mahasiswa KKN tematik Universitas Mataram di Kelurahan Geres, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur melaksanakan salah satu program kerja yaitu Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Lokal dalam Pengolahan Makanan Sehat dan Pencegahan Stunting bertempat di Kantor Lurah Geres, Senin, 30 Januari 2023. Peserta dari kegiatan ini yaitu Lurah Geres beserta staf, kepala lingkungan se-Kelurahan Geres dan para ibu-ibu kader Kelurahan Geres.

Ketua KKN Tematik Unram di Kelurahan Geres, Rangga Apriansyah P., menyampaikan, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan tanaman lokal dan pentingnya mengkonsumsi makanan-makanan bergizi dalam pencegahan stunting. Seperti yang diketahui bahwa Kelurahan Geres merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Labuhan Haji yang masih memiliki angka stunting yang cukup tinggi.

“Dalam kegiatan ini juga rekan-rekan mahasiswa melakukan demonstrasi pembuatan nugget dari tepung mokaf. Diharapkan nugget ini bisa menjadi salah satu makanan bergizi untuk mengurangi angka stunting di Desa Geres,” ujarnya.

Seperti yang diketahui lahan-lahan di Kelurahan Geres ini banyak dimanfaatkan untuk menanam singkong atau ubi kayu, dan hal ini dimanfaatkan oleh salah satu UMKM yang ada di Kelurahan Geres dibina langsung oleh pihak desa bekerja sama dengan salah satu dosen universitas mataram, yaitu JEGER BUANA LOMBOK (JBL).

Banyak olahan-olahan yang sudah dibuat seperti kripik singkong, bolu singkog, dan lain-lain. Oleh karena itu mahasiswa KKN Tematik ini mempunyai inovasi berupa membuat nugget dari tepung mokaf yang dihasilkan dari sari pati singkong tersebut.

Dalam kegiatan ini mahasiswa menghadirkan narasumber dari pihak Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Timur, yaitu Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Hazrin, SKM., dan Wahidah Noer (Akp Sub Kord Kerawanan Pangan) serta dari pihak Puskesmas Korleko Bidang Gizi, Asniati, A.Mg.

Narasumber pertama dari pihak puskesmas bidang gizi Asniati, A.Mg., menyampaikan beberapa hal mengenai pentingnya gizi seimbang. “Gizi seimbang merupakan keseimbangan antara zat – zat penting yang terkandung di dalam makanan maupun minuman yang di konsumsi oleh seseorang dalam kehidupan sehari – hari, mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan (BB) ideal,” ujarnya.

Ia menyampaikan pedoman umum gizi seimbang, salah satunya yaitu makanlah makanan yang mengandung sumber karbohidrat, protein, lemak untuk memenuhi kecukupan energi (tenaga), Makanlah 3 – 4 piring nasi sehari, dengan lauk pauk, sayur dan buah atau bahan makanan penukarnya untuk memenuhi ½ dari kebutuhan energi.

Narasumber kedua dari pihak Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Timur, Wahidah Noer menyampaikan materi mengenai pemanfaatan tanaman lokal yaitu tepung mokaf. Sebelum itu beliau memberikan pemahaman mengenai stunting karena masih banyak yang belum mengerti seperti apa stunting serta ciri-ciri anak yang mengalami stunting.

Ia menyampaikan manfaat dari tepung mokaf serta olahan yang isa dibuat dari tepung mokaf tersebut. Tepung mokaf merupakan modified cassava flour atau tepung singkong yang dimodifikasi. Dalam proses pembuatannya tepung ini mengalami modifikasi yaitu fermentasi atau enzimatis. Karena mengalami proses ini, ada berbagai kandungan nutrisi tepung mokaf, seperti saluble fiber, karbohidrat, kalsium, protein, oligasakarida, fosfor, fitoestrogen dan glukosa, memiliki kandungan pati murni yang lebih rendah sehingga dianjurkan bagi yang memiliki masalah pencernaan.

“Manfaat pada balita antara lain adalah sebagai sumber energi yang baik, membantu menjaga dan meningkatkan system imunitas tubuh, memperlancar pencernaan, mempercepat regenerasi sel, memperlancar system peredaran darah, meningkatkan fungsi saraf dan otak, menunjang Kesehatan tulang,” ujarnya.

Salah satu olahan yang bisa dimanfaatkan dari tepung mokaf ini yaitu olahan nugget. Bahan-bahan yang diperlukan yaitu tahu sebagai pengganti daging, telur, wortel, bawang putih, bawang merah, penyedap rasa, tepung tapioca, tepung panir, yang terpenting yaitu tepung mokaf sebgai pengganti tepung terigu.

Selanjutnya kegiatan sosialisasi ini yaitu demonstrasi pembuatan nugget oleh rekan-rekan mahasiswa kkn tematik. Para ibu-ibu kader sangat antusias mengikuti demonstrasi tersebut. Setelah selesai mereka langsung mencicipi nugget. Kegiatan ini ditutup dengan doa dan foto Bersama. (r)