Dua Rumah Rusak Terdampak, Pemukiman di Perbukitan Batulayar Rawan Longsor

0

Giri Menang (Suara NTB) – Akibat hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan dua rumah warga rusak, masing-masing satu unit di Kecamatan Batulayar dan satu unit di Kecamatan Gunungsari. Sejauh ini penanganan sudah dilakukan, namun masih belum maksimal. Karena warga yang mengungsi butuh bantuan makanan siap saji dan kelengkapan lainnya.

Kepala Desa Bengkaung, H. Faizul Bayani mengatakan bahwa satu rumah warganya di Dusun Bunut Boyot. Tembok rumah warga ambruk akibat diterjang tanah longsor. Sejauh ini untuk penanganan sudah dilakukan gorong-gorong bersama aparat, pihak kecamatan dan desa berserta warga. Namun bantuan dari desa berupa paket sembako maupun perlengkapan lain belum, karena alasannya anggaran DD belum cair.  “Dari Pemda juga belum ada,”ujarnya.

Pihaknya sudah melaporkan kejadian itu ke Pemda dan kecamatan. Saat ini warga yang terdampak longsor, masih tinggal di rumah itu, namun di lokasi yang aman. Diakuinya, sebelumnya rumah warga di daerah itu juga pernah diterjang longsor. “Sebelumnya juga rumah warga di daerah itu pernah terkena longsor,”aku dia.

Tidak saja warga di kawasan itu, namun rata-rata pemukiman yang ada di perbukitan sebenarnya rawan longsor. Sehingga tiap kali hujan, warga selalu diimbau untuk berhati-hati.

Sementara untuk meminta warga pindah atau relokasi dari lokasi itu, tidak mudah. Karena bagi mereka, rumah itu sudah menjadi bagian alam yang mereka tempati. “Jadi ndak mudah kami sampaikan minta pindah atau relokasi,”ujarnya.

Sementara itu, Kades Penimbung Abdul Haris mengatakan, bencana longsor juga terjadi di desanya. Wilayah yang terkena bencana, yakni Dusun Penimbung Barat. Bangunan yang terdampak, merupakan gudang milik warga. “Tapi sudah digotong royongkan dan masih tahap pengerjaan secara swadaya saat ini,” ujarnya. (her)