Terdakwa Kasus Scamming Ditangkap di Mataram

0

Mataram (Suara NTB) – Terdakwa kasus scamming, Plamen Petkov Beshirov (43) ditangkap tim Intelejen Kejari Mataram di Mataram, Sabtu, 27 Januari 2023. Warga negara Bulgaria tersebut merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Kota Pasuruan. “Terdakwa ini sempat tinggal Bale Pelangi Sandik Blok B5 Nomor 6, Kabupaten Lombok Barat, NTB,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Mataram Ida Bagus Putu Widnyana, Sabtu, 28 Januari 2023.

Sementara, hasil interogasi yang dilakukan kepada terdakwa lanjut dia, Plamen datang ke Lombok pada Desember tahun 2022 untuk keperluan mengurus paspor. Terdakwa mengaku tidak mengetahui ada kasasi yang membuktikan dirinya bersalah sesuai surat putusan MA tanggal 1 Desember 2022. “Tersangka akan terbang ke luar negeri, karena dia sedang mengurus pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas IA Mataram,” sebutnya.

Dia menjelaskan, yang bersangkutan merupakan terdakwa dalam perkara scamming dan penadahan berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Pasuruan nomor:12/Pid.Sus/2022/PN tanggal 26 April 2022 lalu. Terdakwa sempat dibebaskan dari semua dakwaan penuntut umum. Namun Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan melakukan kasasi. Dalam putusan Mahkamah Agung nomor: 6311 K/Pid.Sus/2022 tanggal 1 Desember 2022, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana scamming dan dipidana 1 tahun penjara.

Setelah diamankan, Plamen kini ditahan oleh Kejari Mataram, dan telah berkoordinasi dengan Imigrasi Kelas IA Mataram untuk mengeksekusi terdakwa di Lapas Mataram. “Jaksa eksekutor dari Kejari Mataram dan Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan sudah menahan terdakwa di Lapas Kelas II Kuripan Mataram,” pungkasnya.

Dikutip dari Kompas.com, sebagaimana dirilis Kapolres Kota Pasuruan, tanggal 12 Oktober 2021, AKBP Arman mengatakan, tersangka masuk ke Indonesia sejak 2020. Tersangka terdata tinggal di Lombok. Dalam menjalankan kejahatannya, WN Bulgaria memasang alat skimming di ATM di Jalan Sultan Agung, Pasuruan Kota. Kebetulan, ATM tersebut kerap didatangi nasabah.

Tersangka memasang alat tersebut sejak 26 hingga 31 Juli 2021. Berkat laporan dari 29 nasabah yang menjadi korban, tersangka ditangkap di Surabaya pada 2 Oktober 2021. “Tersangka beraksi memasang alat mulai tanggal 26 hingga 31 Juli 2021 dan pada tanggal 2 Oktober mereka diamankan di Surabaya,” katanya. Akibat aksi pelaku, sebanyak 29 nasabah mengaku kehilangan uang. Total kerugian akibat tindak kejahatan pelaku mencapai Rp493 juta. (ils)