Selamat Datang Anies Baswedan di Pulau Seribu Masjid, Bersama Anies Baswedan, Partai NasDem Menempuh Jalan Mendaki

0

Oleh: Dr. H. Umar Said, SH., MM.

(Ketua STIE AMM Mataram)

 

Anies Baswedan, sebagai bakal calon Presiden RI tahun 2024 yang diusung oleh Partai Nasional Demokrat (NasDem) memberikan pidato pada acara ulang tahun Partai NasDem ke-11 dalam kancah perpolitikan. Menurutnya, NasDem akan menempuh jalan mendaki dan tidak seperti partai politik lain yang cenderung bermain aman. Adapun analogi jalan mendaki yang akan ditempuh NasDem menurut Anies adalah bahwa perjalanan NasDem belum diketahui akan ujung akhirnya, namun hanya dengan jalan mendakilah yang akan mengantar NasDem ke puncak baru.

Menurut kami, “jalan mendaki” yang dimaksud adalah mewujudkan Indonesia yang berkeadilan dalam hal menuju pengentasan kemiskinan, di mana hal ini bukanlah suatu sasaran tetapi lebih kepada visi seorang Anies Baswedan.

Sebab untuk mewujudkan Indonesia berkeadilan sosial tidaklah seperti membalikkan telapak tangan, namun dalam perjalanannya akan ditemukan jalur yang cukup terjal yang harus dilalui di tengah gelapnya malam. Namun demikian pada akhirnya, perjalanan bangsa Indonesia akan mencapai puncak gunung yang diharapkan.

Dari sekian perumpamaan tentu akan ditemukan adanya penafsiran yang berbeda di kalangan masyarakat. Umumnya, masyarakat melihat perjalanan beberapa peserta politik (parpol) berjalan lurus, tidak lelah mendaki ke arah tujuan. Oleh karenanya, kami mencoba menengok sejenak kehidupan organisasi partai politik (parpol) yang ada baik di tingkat nasional maupun daerah. Bahkan di dalam teori, parpol memperlihatkan kecenderungan yang lebih demokratis daripada apa yang diperlihatkan oleh kebijakan negara.

Tentunya semua parpol diharuskan menuju kepada upaya menciptakan keadilan sosial untuk membebaskan masyarakat dari kemiskinan. Tetapi harus diingat bahwa pada umumnya berdirinya suatu parpol adalah atas pengakuan masyarakat yang dilegalisir oleh Pemerintah, sehingga dalam dirinya sering terlihat kehilangan prinsip kemurnian akibat kebijakan yang diambil oleh pimpinan tidak disadari telah bertentangan dengan asas dasar parpol itu sendiri yang bertentangan dengan arti demokrasi.

Prinsip kehidupan demokrasi parpol tertentu adalah dengan berupaya menyatukan diri menjadi demokrasi atau setidaknya bertopengkan demokrasi. Sedangkan prinsip demokrasi rakyat awalnya sering berubah-ubah mengikuti kehendak dan pendapat rakyat mayoritas.

Lalu bagaimana akibatnya?

Kita harus menyadari bahwa barang siapa yang melakukan tindakan sewenang-wenang, maka masyarakat akan menunjukkan bahwa mereka memiliki sarana yang dapat digunakan untuk menentang penindasan hak-hak mereka.

Melalui suatu partai politik, maka mereka berkesempatan menyuarakan aspirasinya. Keberhasilan dalam perjuangan atas dasar solidaritas sangat tergantung pada solidaritas di antara orang yang memiliki kepentingan di partai yang sama, sementara itu para anggota partai politik akan berteriak menyuarakan kapan demokrasi sesungguhnya terbentuk untuk menciptakan keadilan sosial dalam rangka mengentaskan kemiskinan.

Kembali pada materi pidato oleh Anies Baswedan yang diwejangi oleh pidato Ketua Umum NasDem Surya Paloh, yang menyebutkan bahwa NasDem berani mengambil langkah yang berbeda dari parpol lainnya (dengan cara mendaki). Ketua NasDem mengatakan dari berbagai perspektif yang kami ketahui atas perjalanan bangsa Indonesia, maka Partai NasDem konsisten untuk menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan partainya sendiri.

Bagaimanapun hal ini mudah untuk diucapkan, tetapi tidak semudah kita untuk menjaga konsekuensi perbuatan atas ucapan tersebut, hal ini menjadikan makna dan dasar filosofis dari  pegangan nilai yang hakekatnya berasal dari perjalanan yang telah kita lalui dengan semangat persatuan dan kepedulian. Kita harus mampu bangkit berkompetisi di kehidupan kita. Apabila kita tidak mampu mengelola cara berpikir yang sehat, maka kita akan semakin tertinggal meskipun kita memiliki negeri yang dianugerahi karunia dengan letak posisinya yang strategis, demografi yang besar, hingga sumber daya alam yang berlimpah (demikian wejangan Ketua Partai NasDem).

Dengan melihat sejarah bangsa dalam pembukaan UUD 1945, maka keadilan sosial harus terwujud. Tetapi sampai dengan 77  tahun kita merdeka, mulai dari orde lama, orde baru, sampai orde reformasi saat ini, belum juga terpenuhi maksud daripada pembukaan tersebut yang sasaran dan tujuannya untuk menghapus kemiskinan. Selain itu belum pula tercapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang bebas dari kemiskinan. Hal ini merupakan perjuangan dari bangun tidurnya partai politik.

Kalau dicermati secara seksama dan mendalam, gagasan calon presiden dari partai NasDem pimpinan Surya Paloh ini adalah yang gemilang. Dengan memilih jalan yang mendaki terjal lagi gelap untuk menjawab isi dari pembukaan UUD 1945.

Menurut kami apabila dianalogikan dengan konteks visi Partai NasDem bersama Anies Baswedan, maka telah sejalan dengan QS Al Balad (11-17), yang artinya: “tetapi mereka tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar, tahukah kamu apa yang dimaksud dengan jalan mendaki dan sukar itu? Yaitu melepaskan perbudakan hamba sahaya atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan”.

Sehingga visi seorang Anies Baswedan mengandung arti filsafat tinggi dan luar biasa mendalam yang mengarah ke firman Allah Swt.

Demikianlah, maka dari pengalaman partai politik di Indonesia apabila jalan lurus mendatar belum juga berhasil, maka harus ditempuh dengan jalan mendaki (jalan yang tidak biasa).

Sebagai persiapan mengiringi penyambutan kedatangan Anies Baswedan ke Lombok pada akhir Januari ini, maka telah tampak berbagai dukungan sebagaimana yang telah disebutkan pada artikel kami sebelumnya dengan tajuk “Kehadiran Partai Nasdem dengan Gerakan Perubahan”. Adapun tokoh yang dimaksud adalah Dra. Hikmah Altway, M.Pd., yang memilih Dapil Ampenan Kota Mataram. Dirinya juga sebagai tenaga pendidik bidang Bahasa Inggris yang pernah mengabdi di STIBA Surabaya, Perbanas Surabaya, dan kini mengabdikan diri di STIE AMM Mataram. (*)