Data Sementara, Sekotong dan Narmada Penyumbang Tertinggi Kasus DBD

0

Giri Menang (Suara NTB) – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sudah mulai banyak menjangkiti warga Lombok Barat (Lobar). Bahkan kasus DBD tercatat hampir merata sebarannya di semua kecamatan. Dari data Dinas Kesehatan (Dikes), di awal tahun ini saja terdapat 64 kasus DBD yang ditemukan. Kecamatan dengan jumlah kasus tertinggi sementara ini adalah Sekotong dan Narmada.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P3L) Dikes Lobar dr H. Ahmad Taufiq Fathoni menyebut dari data yang telah dicatat pihaknya ada sekitar 64 kasus di awal tahun ini. “64 kasus DBD yang ditemukan, tertinggi di Kecamatan Sekotong sebanyak 12 kasus dan Narmada 9 Kasus DBD,”kata Fathoni akhir pekan kemarin.

Dari 10 kecamatan setelah Sekotong dan Narmada, selanjutnya Gerung, Labuapi dan Kuripan masing-masing 7 kasus.  Selanjutnya Kecamatan Gunungsari, 6 kasus, Kecamatan Kediri sebanyak 5 kasus, Lembar dan Lingsar 4 kasus, dan Kecamatan Batulayar 3 kasus.

Sementara jika mengacu tahun lalu, terdapat 313 kasus DBD. Bahkan ada dua pasien DBD yang meninggal dunia dari Kecamatan Labuapi dan Gerung di RSUD Tripat Gerung. Sehingga kalau ditotal dengan kasus kali ini maka jumlah terjangkit DBD mencapai 377 orang. “Memang yang sering kita alami kenaikan di 2 bulan yakni bulan Desember akhir tahun dan Januari awal tahun,”ujarnya.

Ia menambahkan untuk mengantisipasi ini, masyarakat harus tetap melaksanakan 3M dan 3M Plus, yaitu mengubur barang bekas, menutup tempat penampungan air, menguras tempat air. Kemudian menaburkan bubuk abate, larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.

Selain itu, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah, menggunakan anti nyamuk semprot maupun oles bila diperlukan. (her)