10 Tahun Tak Tersentuh Perawatan, Ruas Jalan Kateng-Banyu Urip Rusak Parah

0

Praya (Suara NTB) – Ruas jalan dari Dusun Selao Desa Kateng menuju Desa Banyu Urip Kecamatan Praya Barat termasuk menjadi salah satu ruas jalan kabupaten yang kondisinya rusak parah. Maklum, sudah sekitar 10 tahun ruas jalan tersebut tak tersentuh perbaikan, sejak diperbaiki sekitar tahun 2013 lalu. Kondisi kerusakan yang parah, cukup mengganggu arus lalu lintas maupun ekonomi di wilayah tersebut.

Padahal ruas jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat dari Desa Kateng menuju Desa Banyu Urip. Pemerintah daerah pun diharapkan bisa lebih memperhatikan dan memprioritaskan perbaikan ruas jalan tersebut. “Jalan ini merupakan akses utama masyarakat yang menghubungkan Desa Kateng dan Banyu Urip. Jadi sudah sewajarnya mendapat prioritas untuk ditangani sesegera mungkin,” terang anggota DPRD Loteng, M. Ahyar, kepada Suara NTB, Sabtu, 29 Januari 2023.

Sebagai akses utama masyarakat, keberadaan jalan tersebut tentunya sangat penting artinya. Selain bisa membantu memperlancar mobilitas masyarakat, juga bisa membantu kelancaran mobilitas berbagai sumber-sumber ekonomi. Termasuk hasil pertanian masyarakat di wilayah tersebut.

Di wilayah tersebut selain masyarakatnya berprofesi sebagai petani tanaman pangan, banyak juga petaninya yang menanam tanaman hortikultura. Seperti bawang hingga melon, sehingga peningkatan kualitas jalan di ruas tersebut sangat penting artinya bagi masyarakat, khususnya para petani.

“Dengan kondisi jalan yang baik, bisa menekan potensi kerugian yang dialami petani. Sekaligus bisa menekan biaya angkut hasil pertanian. Yang pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan para petani. Dan, dalam hal ini peran pemerintah daerah sangat vital,” imbuhnya.

Lebih lanjut politisi Partai Golkar ini mengakui jika sudah cukup banyak program yang masuk ke wilayah tersebut. Khususnya yang berkaitan langsung dengan sektor pertanian. Hanya saja, program yang masuk lebih kepada kepentingan personal atau kelompok dari para petani itu sendiri dan belum menyeluruh untuk kepentingan masyarakat umum, misalnya, perbaikan ruas jalan ini.

Ruas jalan tersebut memiliki panjang hampir 4 km. Menurutnya warga setempat, ruas jalan tersebut diperbaiki sekitar tahun 2013 lalu. Dan, sejak saat ini tak pernah lagi ditangani atau diperbaiki oleh pemerintah. Sampai kondisinya separah sekarang ini.

“Seharusnya pemerintah daerah lebih peka. Tidak harus menunggu kondisi jalan rusak parah, baru diperbaiki. Harusnya, begitu ada kerusakan segera ditangani. Supaya kondisi jalan bisa tetap terjaga dan bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama,” tegas Ahyar. (kir)