Vaksin Booster Kedua, Pemkot Mataram Tidak Berani Pasang Target

0

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah pusat mengimbau masyarakat untuk vaksinasi dosis ke empat atau booster kedua. Kebijakan itu justru berbanding terbalik dengan rendahnya animo masyarakat. Rendahnya respons masyarakat menjadi alasan Pemkot Mataram tidak memasang target capaian vaksinasi dosis ke empat.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram Drs. I Nyoman Suandiasa membenarkan, pemerintah pusat telah membuka ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi dosis ke empat atau booster kedua. Kebijakan itu ditindaklanjuti dengan membuka layanan vaksinasi gratis di fasilitas kesehatan seperti ruma sakit dan puskesmas. Namun, persoalannya adalah masyarakat belum ada yang datang untuk vaksinasi dosis ke empat. “Sejak sepekan lalu sudah kita buka layanan,” kata Nyoman dikonfirmasi,Jumat, 27 Januari 2023.

Ia melihat animo masyarakat masih rendah untuk mendapatkan vaksin tersebut. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya, kebijakan pemerintah pusat mencabut pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dan perjalanan dalam negeri sudah tidak membutuhkan bukti vaksin.

Fenomena itu dijadikan alasan oleh Dinas Kesehatan Kota Mataram untuk tidak memasang target capaian vaksinasi. “Apa yang disampaikan Pak Kadis Kesehatan memang benar, sehingga tidak berani kita memasang target,” ujarnya.

Mengacu capaian vaksinasi dosis ketiga atau booster pertama lanjutnya, Kota Mataram baru 30 persen. Hal ini juga dipengaruhi oleh situasi pandemi yang sangat landai. Nyoman menambahkan, pengaruh dari sisi eksternal ini sangat berdampak.

Sejauh ini, Pemkot Mataram belum ada skenario membuka layanan vaksinasi dosis ke empat secara khusus seperti pelayanan di ruang publik seperti di pusat perbelanjaan, lapangan umum, dan lain sebagainya.

Masyarakat sendiri memiliki pilihan untuk menentukan apakah mau divaksin atau tidak. Tetapi pemerintah tetap menyediakan layanan secara paripurna di puskesmas dan rumah sakit untuk meningkatkan imunitas. “Sekarang tinggal masyarakat yang menentukan pilihannya,” demikian kata Nyoman. (cem)