Telat Dibawa ke RS, Lima Anak di Kabupaten Bima Meninggal akibat DBD

Bima (Suara NTB) – Telat dibawa ke Rumah Sakit (RS) dan Puskesmas untuk diberikan tindakan medis, lima orang anak di Kabupaten Bima tercatat meninggal dunia pada Bulan Januari 2023, akibat terkena demam berdarah dengue (DBD).

Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima mencatat kasus akibat gigitan nyamuk aedes aegypti itu naik drastis tahun 2023. Terhitung 23 Januari, ada 75 orang yang terkena DBD. Dari jumlah itu lima meninggal dunia, sebagiannya sembuh dan masih dirawat intensif.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima melalui Kabid P2PL, Alamsyah M. Kes mengatakan lima orang yang meninggal dunia akibat DBD karena diberikan penanganan itu merupakan anak-anak.

Kata dia, lima korban sebelum dinyatakan meninggal dunia, rata-rata baru dibawa ke RS atau Puskesmas oleh para orang tuanya setelah 3 sampai dengan 4 hari terkena DBD. Bahkan ada sejumlah yang kritis baru dilarikan ke RS.

“Meninggal karena lamban ditangani. Harusnya ada gejala panas dingin terutama terhadap anak segera dibawa ke RS atau Puskesmas untuk ditangani cepat,” katanya, Rabu, 25 Januari 2023.

Untuk mencegah dan menghindari adanya korban berjatuhan (meninggal) lagi, Ia meminta masyarakat terutama para orang tua untuk tidak menganggap remeh persoalan DBD. Pasalnya jika terserang DBD, bisa berakibat fatal apabila telat diberikan penanganan medis.

“Sangat rawan dan beresiko tinggi apabila orang dewasa atau anak-anak yang terkena DBD, jika tidak diberikan tindakan medis dengan cepat,” ujarnya.

Alamsyah mengaku permintaan fogging oleh masyarakat terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir ini. Hal itu ditindaklanjuti dengan dengan melakukan fogging di sejumlah wilayah yang cukup rawan, seperti di Kecamatan Monta, Sape dan Bolo.

“Sejak awal Bulan hingga sekarang permintaan foging meningkat. Tahap awal kami lakukan fogging di beberapa wilayah yang dianggap cukup rawan DBD,” katanya.

Tingginya kasus, Apakah DBD tidak ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Bima ? Alamsyah menjawab, hal itu tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Termasuk juga meminta masukan dari Bupati Bima apakah KLB perlu ditetapkan atau tidak. “Upaya pencegahan dan penanganan DBD menjadi atensi kami,” pungkasnya. (uki)





Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Penyeberangan Lembar-Padangbai-Ketapang Ditutup Saat Hari Raya Nyepi

0
Giri Menang (Suara NTB) - Pelayanan penyeberangan dari Pelabuhan Lembar menuju Padangbai Bali dan Ketapang serta sebaliknya ditutup sementara selama perayaan Hari Raya Nyepi...

Latest Posts

Penyeberangan Lembar-Padangbai-Ketapang Ditutup Saat Hari Raya Nyepi

Giri Menang (Suara NTB) - Pelayanan penyeberangan dari Pelabuhan...

21 Kapal di Selat Lombok Setop Beroperasi Saat Hari Raya Nyepi 2023

Mataram (Suara NTB) - Sebanyak 21 kapal yang rutin...

Persiapan Sambut Balap Mobil, MGPA Rombak Sirkuit Mandalika

Praya (Suara NTB) - Sejumlah perombakan bakal dilakukan Mandalika...