Sumbawa Besar (Suara NTB) – Stok beras di gudang Bulog Sumbawa masih aman. Bahkan masih terdapat sekitar 3000 ton beras medium. Sehingga kerap di dipasok ke luar daerah untuk mengatasi defisit cadangan beras di daerah lain.
Sebagaimana disampaikan Kepala Cabang Bulog Sumbawa, Omar Sharif, stok yang ada saat ini, lebih dari cukup untuk kebutuhan dalam daerah hingga panen berikutnya. Mengingat kebutuhan untuk Sumbawa hanya sekitar 100 ton per bulannya.
Stok beras yang ada di gudang Bulog pun tidak perlu dikhawatirkan rusak. Meskipun bisa saja secara alamiah mengalami perubahan tekstur ataupun warna. Namun Bulog tetap rutin melakukan perawatan untuk meminimalisir penurunan mutu yang disebabkan hama ataupun karena pengaruh iklim ataupun cuaca. Dengan melakukan fumigasi pemberantasan hama. “Ini sudah umum dipakai untuk mematikan kutu atau hama.
Dengan kondisi surplus, Bulog Sumbawa bisa mengirim beras sebanyak 25.000 ton ke beberapa daerah yang mengalami kekurangan cadangan berasnya pada 2022 lalu. Seperti di Bali, NTT, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Bahkan pada awal tahun 2023 ini, lanjut Omar, pihaknya telah mengirim beras ke NTT dan daerah lainnya sebanyak 6000 ton. “Kita baru saja memenuhi permintaan kebutuhan beras dari luar NTB. Mereka sangat mengapresiasi kualitas beras kita,” ujarnya.
Untuk pengadaan Tahun 2023 ini, Omar menyatakan akan menyiapkan sebanyak 25.000 ton beras. Selain untuk stok kebutuhan masyarakat Sumbawa, juga masyarakat di luar NTB melalui program Mobnas. (arn)