Mataram (Suara NTB) – Penyidik Satreskrim Polresta Mataram, mengaku masih terus mendalami kasus dugaan penjualan tiket tidak berperforasi saat pelaksanaan event “Smanda Reunion”. Permintaan klarifikasi tambahan terhadap para saksi juga segera dilakukan oleh penyidik. “Kami masih lakukan pemeriksaan saksi dulu, karena untuk sementara ini kami anggap masih belum lengkap,” kata Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, kepada Suara NTB, Senin, 23 Januari 2023. Hal ini dilakukan untuk memastikan perbuatan pidananya.
Dia pun meyakinkan, beberapa bukti awal sudah dikantongi oleh penyidik. Salah satunya kesaksian korban yang mengaku membeli tiket tersebut secara langsung lokasi penjualan tiket secara offline di Smanda. “Memang ada saksi yang mengaku membeli langsung di Smanda, tetapi untuk memastikannya kami harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” sebutnya.
Hanya untuk menentukan adanya perbuatan melawan hukum dalam kasus ini masih harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Oleh karena itu penyidik perlu melakukan pemeriksaan tambahan karena untuk sementara belum menemukan perbuatan pidananya. “Memang ada saksi yang membeli tiket palsu tersebut secara langsung di Smanda, tetapi dia tidak ingat ke siapa tiket tersebut dibeli,” tambahnya.
Dia pun memastikan, masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap perkara ini. Hanya saja, arah penanganan nantinya lebih kepada pemalsuan tiketnya yang berpotensi terjadinya kebocoran pendapatan. “Pemeriksaan saksi kami anggap masih belum lengkap, sehingga kami perlu lengkapi dulu terlebih kepada pemalsuan tiketnya,” pungkasnya.
Dalam mengusut persoalan ini, Polresta Mataram telah mengumpulkan data lapangan saat konser Sheila On 7 berlangsung pada Rabu malam (4/1) di Parkiran Timur Lombok Epicenterum Mall. Pengumpulan data tersebut berangkat dari temuan tiket penonton tanpa tanda perforasi legal dari pemerintah. Tiket itu pun sudah disita sebagai barang bukti. (ils)