Pengiriman Pekerja ke Arab Saudi Dibuka

Giri Menang (Suara NTB) – Sejak satu pekan terakhir ini pemerintah sudah membuka lagi pengiriman pekerja ke Timur Tengah, khususnya ke Arab Saudi.

Hal ini dikemukakan Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Provinsi NTB, H. Muhammadon di Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLK-LN) “Lombok Mandiri” di Desa Lelede, Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat, Jumat, 20 Januari 2023.

H. Madon mengatakan, dibukanya kembali pengiriman tenaga kerja ke Timur Tengah, khususnya ke Arab Saudi ini menjadi terobosan pemerintah Indonesia untuk membuka peluang kerja kepada rakyat. Ini tentu menjadi kegembiraan bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat yang selama ini mengharapkan pengiriman tenaga kerja ke Timur Tengah melalui jalur resmi dilonggarkan.

Pengiriman pekerja ke Arab Saudi, lanjut H. Madon, dilakukan melalui sistem satu kanal. Terdapat 49 perusahaan pengirim tenaga kerja di Indonesia yang tergabung dalam sistim satu kanal ini. Namun baru tiga perusahaan yang sudah mendapatkan Surat Izin Perekrutan (SIP). Salah satunya adalah PT. Millenium yang memiliki kantor cabang di Nusa Tenggara Barat.

H. Madon menambahkan, sejak pemerintah membuka pengiriman tenaga kerja ke Timur Tengah, masyarakat langsung merespon untuk mendafat bekerja ke Arab Saudi. Umumnya adalah pekerja perempuan untuk rumah tangga.

“Data sementara sudah ada 100 orang yang daftar. Mereka ini akan dilatih dulu di BLK LN Lombok Mandiri sebelum diberangkatkan,” katanya.

Para calon Pekerja Migrant Indonesia (PMI) perempuan ini akan dilatih keterampilan bekerja, disiplin, hingga mental. Setelah dinyatakan siap, ditandai dengan sertifikat kompetensi, mereka dapat diberangkatkan. “Pemberangkatannya juga gratis,” jelas H. Madon.

Bekerja ke Arab Saudi menurutnya sangat diminati. Karena selain gaji yang memadai, sekitar 1.500 real atau sekitar Rp6 jutaan sebulan. Dengan kontrak kerja selama dua tahun. Sekembalinya, akan diberikan bonus sebesar 3000 real atau sekitar Rp12 jutaan. Termasuk bonus umrah/haji.

“Karena gajinya besar dan bonus umrah/haji, makanya banyak yang minat bekerja ke Arab Saudi,” imbuhnya.

Faktor lain tingginya animo masyarakat bekerja ke Timur Tengah setelah dibukanya pengiriman dengan sistim satu kanal ini, karena dalam beberapa tahun terakhir tidak ada sama sekali pemberangkatan kerja akibat pandemi Covid-19.

“Bahkan yang sudah diberikan pelatihan saja dipulangkan kembali karena Covid-19. Sekarang sudah semuanya longgar, ini menjadi kabar baik bagi kita semua,” demikian H. Madon.(bul)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Lantik Ketua DPW Perindo Jatim & NTB, Hary Tanoe Perkuat Infrastruktur...

0
Surabaya (suarantb.com) -- Partai Persatuan Indonesia (Perindo) semakin memperkuat infrastruktur kepengurusan dan jaringan di berbagai wilayah Indonesia menuju Pemilu 2024.Hal ini ditandai dengan dilantiknya...

Latest Posts

Lantik Ketua DPW Perindo Jatim & NTB, Hary Tanoe Perkuat Infrastruktur Partai Guna Raih Double Digit

Surabaya (suarantb.com) -- Partai Persatuan Indonesia (Perindo) semakin memperkuat...

Aruna Senggigi Gelar Malam Apresiasi Pelanggan 2023

Giri Menang (Suara NTB) – Aruna Senggigi Resort &...

Tekan PMK, Pemprov NTB Targetkan 1,4 Juta Ternak Divaksin Tahun 2023 

Selong (suarantb.com)– Dalam rangka pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku...

Beri Pengalaman di Dunia Kerja, BRI Buka Program Magang Generasi Bertalenta (MAGENTA)

Jakarta (suarantb.com)– Peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam...

Mahasiswa KKN Unram Latih Warga Buat Kerupuk Berbahan Pisang

Mataram (Suara NTB) – Dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat...