Dinilai Merugikan, P3MI Minta Kebijakan VDR di Pihak Ketiga Ditinjau Ulang

Mataram (Suara NTB) – Pada awal tahun 2023 ini, Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) diwajibkan mengurus Visa Dengan Rujukan (VDR) menggunakan pihak ketiga. Kewajiban mengurus VDR itu diduga dianjurkan oleh Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta yang bernama Visa Malaysia Agency (VIMA), dengan kewajibab membayar sebesar 318 Ringgit atau sekitar Rp 1.120.000 setiap calon PMI.

Kebijakan ini menimbulkan kenaikan puluhan kali lipat dari biaya yang sebelumnya hanya 15 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp50 ribu dan langsung dapat berhubungan dengan pihak kedutaan besar Malaysia di beberapa tempat melalui sistem temu janji online (STO) yang disediakan pihak Malaysia tanpa harus melalui pihak ketiga.

Terhadap kebijakan ini, P3MI di Provinsi NTB menilai jumlah VDR yang dibayarkan ini terlalu mahal. Selain mahal, mengurus VDR ini cukup lama yaitu bisa sampai satu minggu sehingga menghambat proses pengurusan pemberangkatan PMI.

Direktur Operasional PT Pamor Sapta Dharma, Tri Sukma Hariadi mengatakan, pihaknya tak mengetahui secara pasti alasan pembayaran VDR melalui pihak ketiga dengan harga yang sangat mahal ini. Ia khawatir dampak dari kebijakan ini yaitu peminat orang menjadi PMI menjadi berkurang.

“Ini terlalu mahal biayanya, padahal biaya asli yang dibayar ke pemerintah Malaysia itu hanya 15 ringgit, tapi yang dibayar ke pihak ketiga ini sebanyak 318 ringgit. Ini perusaahaan Malaysia yang beroperasi di Indonesia,” ujar Tri Sukma Hariadi kepada Suara NTB, Kamis, 19 Januari 2023.

Ia mengatakan, memang VDR ini tak dibebankan kepada calon PMI,melainkan perusahaan pengguna jasa di Malaysia. Namun hal ini akan berpengaruh dari sisi kecepatan pemberangkatan serta potensi pengurangan hak setiap PMI di perusahaan penempatan saat sudah mereka mulai bekerja.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pengusaha Pekerja Migran Indonesia (APPMI) NTB, H. Muazzim Akbar mengatakan, aturan VDR ini sebetulnya sudah lama diberlakukan, namun kembali diberlakukan pada awal tahun ini. Kebijakan ini sebenarnya boleh saja diberlakukan, asalkan tidak ada penambahan biaya.

“Silakan saja diberlakukan lagi aturan melalui pihak ketiga ini. Asal biayanya tetap, 15 ringgit,” katanya.

Selain disorot adanya penambahan biaya sebesar Rp1 jutaan untuk 1 calon PMI, mata rantainya menjadi panjang. Padahal, pemerintah sendiri menginginkan pemangkasan birokrasi yang panjang. Apalagi yang menyangkut pelayanan kepada masyarakat.

“Pemerintah menginginkan kemudahan-kemudahan dalam pelayanan kepada publik. Mata rantai pelayanan yang panjang bisa dipangkas. Apalagi sampai ada penambahan biaya. Meskipun tidak dibayarkan langsung oleh calon PMI. Karena bekerja ke Malaysia gratis, ini bisa jadi beban biaya bagi perusahaan pengirim. Nanti kita bersuara ke Kemnaker,” imbuhnya.

Sepanjang tahun 2022 Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi NTB sendiri telah memberikan berbagai pelayanan untuk para PMI yang akan maupun sudah bekerja di luar negeri, mulai dari penempatan, pemulangan, pencegahan pelanggaran, hingga sosialisasi.

Untuk penempatan kerja, sebanyak 17.255 PMI telah diberikan pelayanan penempatan kerja dalam kurun waktu Januari hingga Desember 2022. Dari 17.255 PMI tersebut, mayoritas negara penempatannya adalah Malaysia dengan jumlah 16.912 PMI.(ris)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Lantik Ketua DPW Perindo Jatim & NTB, Hary Tanoe Perkuat Infrastruktur...

0
Surabaya (suarantb.com) -- Partai Persatuan Indonesia (Perindo) semakin memperkuat infrastruktur kepengurusan dan jaringan di berbagai wilayah Indonesia menuju Pemilu 2024.Hal ini ditandai dengan dilantiknya...

Latest Posts

Lantik Ketua DPW Perindo Jatim & NTB, Hary Tanoe Perkuat Infrastruktur Partai Guna Raih Double Digit

Surabaya (suarantb.com) -- Partai Persatuan Indonesia (Perindo) semakin memperkuat...

Aruna Senggigi Gelar Malam Apresiasi Pelanggan 2023

Giri Menang (Suara NTB) – Aruna Senggigi Resort &...

Tekan PMK, Pemprov NTB Targetkan 1,4 Juta Ternak Divaksin Tahun 2023 

Selong (suarantb.com)– Dalam rangka pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku...

Beri Pengalaman di Dunia Kerja, BRI Buka Program Magang Generasi Bertalenta (MAGENTA)

Jakarta (suarantb.com)– Peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam...

Mahasiswa KKN Unram Latih Warga Buat Kerupuk Berbahan Pisang

Mataram (Suara NTB) – Dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat...