SMPN 10 Mataram Tingkatkan Kompetensi Teknologi Informasi bagi Tenaga Kependidikan

0

Mataram (Suara NTB) – SMPN 10 Mataram meningkatkan kompetensi teknologi informasi bagi tenaga kependidikan lewat lokakarya atau workshop peningkatan kompetensi IT tenaga administrasi tata usaha. Diharapkan melalui pelatihan ini kemampuan tenaga kependidikan meningkat dalam pelayanan kepada siswa.

Kepala SMPN 10 Mataram, Chamim Tohari pada Senin, 16 Januari 2023 mengatakan, pihaknya telah melaksanakan pelatihan bagi tekonologi informasi bagi tenaga kependidikan yaitu tenaga administrasi sekolah.

Sementara pelatihan bagi Guru SMPN 10 Mataram akan dilakukan pada tahun ini juga dalam rangka meningkatkan kompetensi guru bidang teknologi informasi dan komunikasi dalam menyongsong pemberlakuan kurikulum merdeka.

“Melalui kegiatan pelatihan teknologi informasi dan komunikasi diharapkan kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah meningkat dan dapat menambah pengetahuannya dalam meningkatkan pelayanan kepada peserta didik dan masyarakat,” harap Chamim.

Di samping itu, guru diharapkan mampu memanfaatkan teknologi dalam menyusun media pembelajaran sehingga menciptakan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan peserta didik.

Pada pelatihan teknologi informasi kepada tenaga kependidikan, materi yang diberikan antara lain pembuatan akun, email, Google Drive, dan administrasi persuratan.

Sebelumnya, Chamim menekankan, pada tahun 2023 pihaknya juga menyiapkan pengembangan sekolah agar berkembang, baik bidang akademik maupun non-akademik. Di samping itu, pemenuhan sarana pendukung kegiatan pembelajaran terus ditambah pihaknya. “Kami akan menambah LCD proyektor, Laptop, pemenuhan buku untuk siswa menyongsong implementasi kurikulum merdeka, serta perbaikan sanitasi dan sarana MCK,” jelasnya.

Upaya mewujudkan Edu Agro Park terus dikembangkan dengan menambah sarana pendukungnya. Pihaknya juga mengembangkan Bank Lisan Spenten Bersinar dengan budidaya magot dan pengembangan briket arang pupuk kompos.

“Pengelolaan Sampah di SMPN 10 Mataram sudah mempunyai Bank Sampah dengan unit pengolahan sampah organik terdiri dari pupuk kompos, briket, dan budi daya magot di bawah binaan dan kerja sama Bank Lisan Mataram dan Maggot Centre,” ujar Chamim.

Chamim menjelaskan, untuk sampah anorganik, dimanfaatkan untuk pengembangan mata pelajaran prakarya. Bahan yang tidak terpakai dijual untuk pengelolaan operasional Bank Sampah. Bank Sampah dikelola dengan struktur direktur dan ketua divisi semuanya siswa dan ditambah karyawannya adalah tim tukang kebun. Sedangkan guru dan kepala sekolah sebagai unsur komisaris. “Semua kegiatan itu dalam rangka menuju zero waste,” ujar Chamim. (ron)