Pilkades Serentak di Lobar Diikuti 18 Desa

0

Giri Menang (Suara NTB) – Di awal tahun 2023 ini sebanyak 18 Kades di Lombok Barat (Lobar) akan habis masa jabatannya. Pilkades rencananya akan digelar pada April mendatang, dan Pemkab telah menyetujui anggaran Rp1,3 miliar dari usulan Rp2 miliar dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) setempat.

Kepala Dinas PMD Lobar, Hery Ramadhan menyebut 18 Kades itu rata-rata akan habis masa jabatannya pada 30 Januari nanti. Sehingga dalam waktu dekat para Kades yang akan berakhir masa jabatannya itu akan diganti oleh Penjabat Sementara (PJS) Kepala Desa. “Sekitar tanggal 30 Januari habis masa jabatan, nanti kita akan angkat PJS,” ujar Hery, saat dikonfirmasi akhir pekan kemarin.

Di mana 18 Desa yang akan melaksanakan Pilkades tahun ini ada dari 9 kecamatan, masing-masing Kecamatan Gunungsari, ada Desa Guntur Macan, Kekait, Mekarsari dan Jatisela. Kemudian Kecamatan Batulayar, ada Desa Meninting dan Batulayar. Kecamatan Narmada ada Desa Nyurlembang. Lalu Kecamatan Lingsar, ada Desa Dasan Griya. Di Kecamatan Labuapi, ada Desa Kuranji dan Bengkel.

Serta Kecamatan Kediri ada Desa Ombe Baru. Kecamatan Gerung, Desa Tempos. Kecamatan Lembar, ada Desa Sekotong Timur dan Labuan Tereng. Kecamatan Sekotong, ada Desa Buwun Mas, Batu Putih, Gili Gede, Desa Sekotong Tengah. Terkait dengan bagaimana persiapan untuk penunjukan PJS Kades selama masa tunggu Pilkades nanti, Hery menyebut pihaknya akan menunjuk ASN untuk menjadi PJS.

“Sedang kita siapkan untuk PJS Kades,” imbuhnya. Karena sesuai regulasi, prioritas PJS dijelaskannya adalah mereka yang berstatus ASN dari kecamatan setempat. Atau bisa juga ASN dari OPD yang berdomisili di Desa setempat.

Dan saat ini, PMD diakuinya sudah mulai melakukan persiapan. Mulai dari alokasi pendanaan, pembentukan panitia Kabupaten, Kecamatan hingga Desa. Serta penyiapan logistik, regulasi teknis dan meyiapkan sosialisasi. “Kita juga sedang siapkan hingga bimbingan teknis untuk panitia Pilkades,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dinas PMD Lobar, Kesuma Supake, menuturkan untuk persiapan menyambut Pilkades pada April mendatang, pihaknya sudah mengusulkan anggaran sebesar Rp2 miliar pada APBD tahun 2023 ini. Namun tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) telah melakukan rasionalisasi untuk dialokasikan ke masing-masing desa, yang besaran bantuan keuangan dalam gelaran Pilkades itu nantinya akan disesuaikan dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di sana.

“Anggaran di desa, bergantung pada jumlah TPS nya,” jelas Supake. Anggaran ini, akan diberikan untuk masing-masing Desa dalam bentuk bantuan keuangan untuk pelaksanaan Pilkades, yang akan dimanfaatkan untuk semua tahapan Pilkades, termasuk untuk pencetakan surat suara. “Nanti Desa diberikan bantuan keuangan dari anggaran yang sudah kita ajukan,” tandasnya.

Dari jadwal tentatif yang sudah disusun, terkait pemungutan suara bulan April mendatang, pelantikan rencananya akan digelar pada bulan Mei. Karena dia menjelaskan, bahwa dalam aturan jika pelantikan Pilkades melewati bulan Oktober, maka harus ditunda. Sehingga pelantikan ditargetkan dapat rampung sebelum bulan Oktober. (her)