Mahasiswa KKN Unram Kembangkan Hidroponik di Desa Senteluk

0

Mataram (Suara NTB) – Mahasiswa KKN Universitas Mataram (Unram) mengembangkan hidroponik di Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Tim KKN Unram periode 2022-2023 ini berfokus pada pengembangan hidroponik sebagai langkah pengembangan urban farming.

Ketua Tim KKN Unram Desa Senteluk, Multi Dewi menjelaskan, timnya mengusung tema Pertanian Maju dan Berkelanjutan. Menurutnya, dilihat dari daerah yang cukup padat dengan penduduk, pengembangan hidroponik dapat dijadikan solusi pengembangan pertanian. Pengembangan hidroponik yang dilakukan menggunakan instalasi DFT (Deep Flow Technique).

“Adapun nutrisi yang digunakan menggunakan pupuk biourine yang diolah dari lokasi peternakan pada desa tersebut. Urine sapi yang telah dihilangkan amoniaknya kemudian dicampurkan dengan tricoderma beserta glukosa yang kemudian difermentasi hingga menjadi pupuk. Adapun untuk fungisida digunakan daun kopi sebagai bahan dasarnya,” ujarnya.

Mutli Dewi mengatakan, pengembangan pertanian urban hidroponik ini diharapkan menghasilkan hasil pertanian yang berkualitas tinggi. Pelatihan menyasar ke beberapa warga yang berminat dengan hidroponik.

Ia menjelaskan, seiring perkembangan teknologi pertanian, kini muncul istilah “Urban Farming” atau “Pertanian Urban”. Pertanian urban memfokuskan kegiatan budidaya, pemanenan, hingga pendistribusian pangan pada daerah perkotaan dengan mengembangkan tanaman berumur pendek. Pengembangan pertanian urban tidak hanya berlaku pada bisnis skala besar, pengembangan skala rumah tangga pun dapat dilakukan.

Salah satu bentuk urban farming yang kini cukup dikenal yakni hidroponik. Hidroponik sendiri merupakan sistem budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah, kelebihan dari sistem ini yaitu tidak memerlukan lahan yang luas bahkan dapat dikembangkan secara vertikal.

“Pengembangan hidroponik menghasilkan tanaman dengan kualitas yang baik dan pertumbuhan yang cepat. Hidroponik menjadi solusi pemenuhan kebutuhan sayuran rumah tangga daerah perkotaan dan mempersingkat waktu pendistribusian pertanian. Semakin pendeknya waktu distribusi pangan, akan semakin baik kandungan gizi yang dimiliki,” jelasnya.

Urban farming dapat dijalankan dengan pertanian organik, tanpa pestisida untuk mengusir hama. Apabila dilakukan pada skala rumah tangga pemantauan kesehatan dan tanaman hingga keterjaminan mutu hingga pengolahan dapat dipastikan sendiri. “Tak hanya berdampak pada kondisi lingkungan dan kesehatan, pengembangan hidroponik dapat berdampak terhadap ekonomi,” pungkas Multi Dewi. (ron)