Selong (Suara NTB)– Konflik Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mulai memunculkan masalah. Warga Desa Pohgading Timur Kecamatan Pringgabaya, Lotim, menyegel kantor desa, menyusul adanya penolakan warga terhadap hasil verifikasi calon kepala desa yang dilaksanakan oleh panitia Pilkades di desa setempat.
Penyegelan dilakukan warga pada Selasa 10 Januari 2023. Tampak pintu masuk kantor Desa Pohgading Timur dipasangi bambu. Polemik Pilkades Pohgading Timur ini bermula dari jumlah calon kepala desa melebihi jumlah minimal. Di mana yang daftar sebanyak 8 calon. Karena alasan regulasi itu, jumlah yang lulus verifikasi berkas calon sebanyak tiga orang, dan lima di antaranya digugurkan oleh panitia.
Kepala desa Pohgading Timur, Akhir Yasin membenarkan adanya penyegelan kantor desa dan sekretariat panitia Pilkades. Sebelum penyegelan, terjadi aksi unjuk rasa warga dan sudah dilakukan mediasi yang dilaksanakan pada Senin lalu. Penyegelan kantor desa dilaksanakan sejak Senin sore. Sementara waktu, pelayanan desa dipindahkan di rumah kepala desa yang ada di Dusun Gegurun Timuq.
Penyegelan yang dilaksanakan oleh warga, karena tuntutan warga tidak diakomodir oleh panitia Pilkades. Sementara batas waktu penyegelan kantor desa ini belum ditentukan. Pasalnya, sampai saat ini panitia pilkades belum memberikan solusi kepada 5 calon yang digugurkan. (rus)