572 Kasus Kejahatan di Lobar Diungkap Selama 2022

0

Giri Menang (Suara NTB) – Kasus kejahatan di Lombok Barat (Lobar) menurun selama tahun 2022. Dibanding tahun 2021, terjadi penurunan kasus pada periode tahun 2022 sebanyak 508 kasus atau turun 11 persen dari periode Tahun 2021 dengan jumlah kasus sebanyak 572 kasus. Sementara penyelesaian kasus kejahatan di Lobar meningkat hingga 11 persen.

Namun untuk kejahatan 3 C (Curas, Curat, Curanmor) meningkat di tahun 2022. Kapolres Lobar AKBP Wirasto Adi Nugroho mengatakan, terjadi penurunan kasus pada tahun 2022. “Dibanding tahun 2021, terjadi penurunan kasus pada periode tahun 2022 sebanyak 508 kasus atau turun 11 persen dibanding tahun 2021 dengan jumlah kasus sebanyak 572 kasus,”jelas Kapolres dalam Konferensi Pers Refleksi Akhir Tahun 2022 di Mapolres  Lobar, Sabtu, 31 Desember 2022.

Jumpa pers akhir tahun yang dirangkai pemusnahan Barang Bukti (BB) itu dihadiri oleh Sekda Lobar H. Ilham, Ketua MUI Lobar, Ketua FKUB Lobar, perwakilan TNI, Pengadilan dan kejaksaan.

Kapolres yang telah mendapatkan posisi baru di Mabes Polri ini menyebut, dari jumlah kasus kejahatan 572 tahun 2021, bisa diselesaikan sebanyak 456 atau 79,72 persen. Sedangkan tahun 2022, dari 508 kasus yang mampu diselesaikan 426 atau 83,69 persen.

Dari sisi data crime index pada periode tahun 2022 mengalami peningkatan 1 persen dengan penyelesaian perkara meningkat 11 persen, jika dibandingkan dengan data crime index pada tahun 2021.

Berdasarkan data empat jenis kejahatan, terdiri dari kejahatan konvensional tahun 2021 dari jumlah 539 kasus bisa diselesaikan 426 kasus atau 79 persen. Jumlah kasus ini menurun tahun 2022, 464 kasus dengan penyelesaian kasus meningkat hingga 391 kasus atau 84 persen. Kejahatan transnasional tahun 2022 sedikit meningkat hingga 44 kasus, dan yang berhasil diselesaikan 34 kasus 77 persen. Dibandingkan tahun 2021, sebanyak 31 kasus yang bisa diselesaikan 28 kasus atau 90 persen.

Kemudian untuk kasus kejahatan kekayaan negara,  tahun 2021 lebih tinggi sebanyak 2 kasus dan yang bisa diselesaikan 2 kasus atau 100 persen. Sedangkan tahun 2022 kasusnya nol. Terakhir, kejahatan kontijensi tahun 2021 dan 2022 nol. Untuk data kejahatan 3C (curas, curat, curanmor) di tahun 2021 mengalami peningkatan sebanyak 11 kasus atau sekitar 10 persen dengan jumlah kasus sebanyak 118

kasus. Dibandingkan dengan data kasus 3c pada tahun 2020 sebanyak 107 kasus. (her)