Rumuskan Isu Strategis RKPD 2024, Sembilan Indikator RPJMD Lobar Belum Capai Target

Giri Menang (Suara NTB) – Dari 20 Indikator Kinerja Utama (IKU) yang tertuang dalam RPJMD Lombok Barat (Lobar), terdapat sembilan indikator belum tercapai dan 11 sudah tercapai. Dari capaian ini, pihak Pemda Lobar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) pun merumuskannya menjadi isu strategis daerah yang akan disusun pada RKPD tahun 2024.

Demikian kesimpulan pada Rapat Koordinasi Persiapan RKPD Kabupaten Lombok Barat Tahun 2024 yang digelar Bappeda Lobar, Kamis, 8 Desember 2022 di hotel Montana Senggigi.

Alur perencanaan dokumen RKPD diawali dengan penyusunan Rancangan Awal RKPD yang membutuhkan penjaringan permasalahan dan isu strategis daerah berdasarkan hasil capaian indikator makro daerah dan kondisi situasi terkini daerah Lobar. Rakor ini dihadiri oleh Asisten II Lobar, Tim Dewan Riset Daerah serta seluruh jajaran di Bappeda Lobar.

Rakor tersebut terlaksana dengan baik dan dengan diskusi yang berfokus pada kajian permasalahan dan isu strategis daerah yang kemudian akan menjadi konsep dasar perumusan tujuan, sasaran, dan program prioritas daerah.

Kepala Bappeda Ahmad Saikhu menyampaikan gambaran alur proses penyusunan RKPD Tahun 2024 dan dilanjutkan memaparkan kondisi capaian target Indikator Makro Daerah Lobar. Sejauh ini, Pemda dapat memenuhi beberapa target indikator RPJMD Tahun 2019-2024 walaupun masih terdapat indikator yang belum memenuhi target. Adapun beberapa indikator RPJMD yang telah tercapai atau memenuhi target indikator RPJMD yaitu IKM, Opini BPK, persentase wilayah terhubung dengan pusat perekonomian, persentase rumah tangga yang mendapatkan akses terhadap air minum layak.

Kemudian indikator persentase angka kemiskinan, Usia Harapan Hidup (UHH), Kabupaten Layak Anak, Indeks Kualitas Udara, Indeks Kualitas Air Sungai, Indeks Kualitas Lahan dan Indeks Ketahanan Daerah. Disisi lain, beberapa indikator yang belum memenuhi target diantaranya Nilai AKIP Daerah, persentase Rumah Layak Huni, persentase PAD terhadap Pendapatan Daerah, Nilai PDRB perkapita (ADHK), Nilai Realisasi Investasi (PMA dan PMDN), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Rata-Rata Lama Sekolah (RLS), Harapan Lama Sekolah (HLS), dan Indeks Pembangunan Gender (IPG).

“Dari 20 Indikator Kinerja Utama, 9 belum tercapai dan 11 sudah tercapai. Dari capaian ini kita bersama mencari permasalahan yang ada untuk kemudian dirumuskan menjadi isu strategis daerah yang akan disusun pada RKPD Tahun 2024,”jelas dia. (her)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

0
Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi varietas Padi Inpari Nutri Zinc. Varietas tersebut kaya nutrisi sehingga diharapkan dapat mencegah dan menurunkan...

Latest Posts

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi...

Sidang Desa Jero Gunung, Kades Akui Tanda Tangan Dipalsukan

Mataram (Suara NTB)- Kepala Desa (Kades) Jero Gunung, Amrullah...

100 KK di Ntobo Kota Bima Belum Tersentuh Jaringan Internet

Kota Bima (Suara NTB) - Kurang lebih sebanyak 100...

Desa Gemilang Informasi Publik, Ikhtiar Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik hingga Tingkat Desa

Mataram (Suara NTB)- Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik...

Dinas LHK NTB Apresiasi Keberhasilan Desa Semparu Terkait Tata Kelola Sampah

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui...