Loteng Kirim 397 Atlet untuk Porprov NTB

Praya (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) kemungkinan tidak akan bisa leluasa mengirim atlet dalam jumlah banyak pada gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI NTB pada awal tahun 2023 mendatang. Mengingat anggaran yang dialokasikan untuk membiayai pengiriman atlet Porprov sangat terbatas. Hanya Rp1,7 miliar saja.

Dengan alokasi anggaran sebesar itu, maksimal Loteng hanya bisa mengirim sebanyak 397 orang atlet untuk 35 cabang olahraga (cabor) yang bakal dipertandingkan pada ajang multi event olahraga tingkat Provinsi NTB tersebut. “Awalnya kita mengusulkan anggaran sebesar Rp6,5 miliar. Namun setelah dibahas di tingkat TAPD dan DPRD Loteng, yang disetujui hanya Rp1,7  miliar,” ungkap Kabid Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Loteng, Muji Purwadi, Kamis, 8 Desember 2022.

Berbicara saat rapat pemantapan persiapan jelang Porprov NTB di kantor Bupati Loteng, Muji mengaku kalau pihaknya sudah berupaya maksimal mengusulkan anggaran semaksimal mungkin. Karena ada ajang Porprov NTB sebelumnya, anggaran yang dialokasikan kala itu cukup besar mencapai Rp4,5 miliar. “Tapi karena kondisi anggaran yang minim, jadi hanya Rp1,7 miliar yang bisa dialokasikan untuk membiayai para atlet Loteng yang mengikuti Porprov NTB tahun depan,” jelasnya.

Ia mengatakan, anggaran yang disiapkan tersebut juga hanya untuk membiayai empat item saja. Yakni kontribusi atlet, biaya cek kesehatan, seragam atlet serta uang saku atlet selama mengikuti Porprov NTB. Sementara item pembiayaan lainnya, seperti bonus atlet dan item lainnya dipastikan tidak ada.

“Soal pembiayaan di luar yang sudah disiapkan oleh pemerintah daerah untuk atlet Loteng, kita berharap pengurus cabor yang ada  maupun dari KONI Loteng bisa mengusahakannya,” imbuhnya. Termasuk jika cabor mau mengirim atlet melebihi kuota pembiayaan yang ada, itu diserahkan kembali ke pengurus cabor bersangkutan.

Dengan kata lain, berapa jumlah atlet yang dikirim nantinya akan disesuaikan dengan alokasi anggaran yang ada. Jika lebih, itu di luar kewenangan pihaknya. Tetapi sudah menjadi tanggung jawab cabor serta KONI Loteng. Jadi cabor dan KONI Loteng harus lebih selektif memilih atlet yang akan dikirim. Supaya bisa sesuai dengan alokasi anggaran yang tersedia.

Di tempat yang sama, Ketua KONI Loteng, M. Samsul Qomar, berharap ada alokasi tambahan yang diberikan oleh Pemkab Loteng untuk pengiriman atlet ke Porprov NTB mendatang. Kalaupun tidak bisa melalui APBD, masih bisa melalui pembiayaan lainnya. Termasuk untuk pembiayaan program pemusatan latihan yang akan segera digelar, supaya bisa didukung pula dengan anggaran yang memadai. “Karena untuk berprestasi juga tentunya butuh dukungan anggaran yang memadai,” tandasnya. (kir)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

0
Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi varietas Padi Inpari Nutri Zinc. Varietas tersebut kaya nutrisi sehingga diharapkan dapat mencegah dan menurunkan...

Latest Posts

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi...

Sidang Desa Jero Gunung, Kades Akui Tanda Tangan Dipalsukan

Mataram (Suara NTB)- Kepala Desa (Kades) Jero Gunung, Amrullah...

100 KK di Ntobo Kota Bima Belum Tersentuh Jaringan Internet

Kota Bima (Suara NTB) - Kurang lebih sebanyak 100...

Desa Gemilang Informasi Publik, Ikhtiar Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik hingga Tingkat Desa

Mataram (Suara NTB)- Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik...

Dinas LHK NTB Apresiasi Keberhasilan Desa Semparu Terkait Tata Kelola Sampah

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui...