Pengerjaan Proyek Jembatan Datar Berpotensi Molor

0

Giri Menang (Suara NTB) – Pengerjaan sejumlah proyek strategis di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Barat (Lobar), hampir tuntas. Kecuali satu proyek, yakni Jembatan Datar, Kecamatan Kediri. Sesuai komitmen kontraktor, pada tanggal 23 Desember pengerjaan proyek senilai Rp3,2 miliar ini harus mencapai di atas 90 persen.

Kepala Dinas PUPR Lobar, I Made Arthadana mengatakan, untuk proyek Jembatan Datar yang dikhawatirkan molor, meskipun secara administrasi formal belum ada pernyataan bencana. Namun fakta yang terjadi di lapangan, beberapa kali bangunan proyek itu hanyut akibat banjir. Dasar itu kata dia, ada ruang masa pengerjaan diperpanjang hingga 28 Desember. Sehingga masih ada waktu bekerja kurang lebih seminggu dari masa kontrak berakhir tanggal 23 Desember.

“Ada ruang kita untuk memperpanjang hingga tanggal 28 Desember, masih ada waktu kita bekerja kurang seminggu. Tapi kalau sampai saat itu belum mencapai, katakanlah 96 persen, maka konsekuensi mereka (rekanan) harus didenda, kerja sampai bulan Januari 2023,” tegas dia.

Terkait pembangunan plat beton jembatan, menurut dia, kalau kondisi normal butuh waktu satu setengah bulan. Karena perakitan dua minggu, dan umur beton 18 hari untuk pengeringan. Namun ini, kata dia dikerjakan sistem satu ship jam 8 pagi sampai 4 sore.

Sesuai dengan hasil rapat teknis, untuk mengejar waktu pengerjaan tinggal 18 hari, maka rekanan diminta menambah tiga ship pengerjaan. Namun kesanggupan mereka, dua ship. “Mudah-mudahan ini bisa mengejar progres yang ada, dan cuaca juga mendukung,” tegas dia.

Apakah rekanan kena penalti? Menurut dia, belum mengarah kesana. Karana pihaknya masih tetap optimis bisa diselesaikan. Ia pun masa kontrak diperpanjang, dari sisi hasil rapat wajib diselesaikan. “Tapi tidak, maka kembali ke ketentuan aturan, sanksi dan lainnya,” tegas dia. (her)