Nikah Dini Berhasil Dipisahkan Sementara

Tanjung (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Pemprov  NTB bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan pemedes domisili terkait, berhasil memisahkan sementara calon mempelai pasangan nikah dini. Mengingat kedua mempelai saat ini masih berusia di bawah umur, masing-masing, OS (18) – warga Dusun Karang Anyar, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, KLU dan R (14) yang berasal Dusun Karang Temung, Desa Persiapan Reban Madani, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Ketua LPA KLU, Dedi Romi Harjo, Senin, 5 Desember 2022 mengakui, pihaknya telah selesai melakukan mediasi kasus nikah dini antara kedua calon pasangan tersebut. Kasus ini sendiri muncul bukan karena keinginan kedua mempelai, melainkan “sanksi” awig-awig gubuk yang tetap dipegang oleh masyarakat Desa Reban Madani.

“Kejadian bermula dari tradisi anak muda, yaitu ngapel ke rumah si perempuan di Lingsar. Adik kita OS ini ngapel, dan melewati batas waktu menurut kebiasaan masyarakat di sana. Sehingga oleh orang tua si perempuan, kedua anak tersebut diminta untuk menikah sebagai penerapan sanksi awig-awig,” ungkap Romi.

Untuk diketahui, OS mengenal R setelah ia menjalani hari-hari sebagai buruh peternak ayam petelur di Kecamatan Narmada. Setelah menjalin hubungan “pacaran”, pemuda asal Gondang ini pun memberanikan diri mengunjungi Rohana di kediamannya.

Acara ngapel ini sendiri berlangsung Jumat, 2 Desember 2022. Sebagai anak muda yang belum mengenal awig-awig gubuk, OS seolah terlena hingga tak menyadari pertemuannya dengan Rohana sampai larut malam. Akibatnya ia disanksi oleh orang tua R, di mana malam itu juga ia harus membawa si perempuan ke Lombok Utara untuk kawin lari.

Mendapat sanksi itu, OS lantas memboyong R ke Lombok Utara. Tetapi OS tidak langsung membawa calon mempelai perempuan ke rumah orang tuanya di Gondang karena alasan takut orang tua. Sebaliknya ia menumpang atau menginapkan di perempuan di kediaman kakek-neneknya di Dusun Monggal, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga.

“Dibawa dari Narmada hari Jumat malam, semalam diinapkan di Monggal, lalu Sabtu sore dibawa pulang ke rumah orang tuanya di Gondang,” tambah Romi.

LPA Lombok Utara sendiri baru menerima informasi nikah dini lintas kabupaten ini pada hari Minggu pagi. LPA diinformasikan oleh Kadus Karang Anyar, Desa Gondang. LPA diminta memberi arahan sekaligus konsultasi terkait masalah tersebut.  “Saya katakan bahwa usia kedua anak ini masih di bawah umur, sehingga tidak bisa dinikahkan,” tegasnya.

LPA lantas berkoordinasi dengan pihak UPTD Lombok Utara, untuk selanjutnya dikomunikasikan lebih lanjut ke UPTD Lobar, dan diteruskan ke UPTD Provinsi.

Masalah ini sampai ke ranah provinsi, karena menyangkut persoalan nikah dini lintas kabupaten, sehingga penanganannya melibatkan semua pihak, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibnas terkait.

Selanjutanya, pada Senin pagi, LPA KLU kemudian membawa R ke UPTD Provinsi untuk diinapkan sementara waktu sampai permasalahan selesai dengan pemdes dan masyarakat adat Desa Reban Madani.

Selepas dari UPTD NTB, LPA KLU langsung bertolak ke Kantor Desa Reban Madani, Kecamatan Lingsar untuk melakukan diskusi terkait persoalan tersebut. Pihak-pihak terkait yang hadir termasuk UPTD KLU dan UPTD Lobar, Dinas Provinsi, LPA KLU, LPA Lobar, LPA NTB, dan Pemdes Reban Madani. Hasil diskusi antar pihak, sepakat bahwa kedua anak tersebut akan dipisahkan sampai usia anak perempuan cukup 19 tahun -(syarat usia yang dibolehkan menikah menurut aturan Perundang-undangan).

“Si R juga perlu melanjutkan sekolahnya, karena saat ini masih duduk di bangku kelas 3 SMP. “Harapan kita, tidak ada lagi kasus seperti ini. Pun demikian dengan para orang tua, agar tidak ujug-ujug menerapkan sanksi kawin lari kepada anak di bawah umur. Semasih ada toleransi untuk anak-anak, nikah dini bisa dicegah,” tandas Romi. (ari)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

0
Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi varietas Padi Inpari Nutri Zinc. Varietas tersebut kaya nutrisi sehingga diharapkan dapat mencegah dan menurunkan...

Latest Posts

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi...

Sidang Desa Jero Gunung, Kades Akui Tanda Tangan Dipalsukan

Mataram (Suara NTB)- Kepala Desa (Kades) Jero Gunung, Amrullah...

100 KK di Ntobo Kota Bima Belum Tersentuh Jaringan Internet

Kota Bima (Suara NTB) - Kurang lebih sebanyak 100...

Desa Gemilang Informasi Publik, Ikhtiar Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik hingga Tingkat Desa

Mataram (Suara NTB)- Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik...

Dinas LHK NTB Apresiasi Keberhasilan Desa Semparu Terkait Tata Kelola Sampah

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui...