Momen Hari Bhakti PU Ke 77, Dinas PUTR Lobar Bangun Monumen PU dari Stum

Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) memperingati Hari Bhakti Pekerjaan Umum (PU) ke 77, Senin, 6 Desember 2022. Beragam kegiatan diadakan dinas dalam momen Hari Bhakti PU ini selama beberapa hari sejak bulan November lalu.  Pada momen Hari Bhakti PU ini, Dinas PUTR juga membangun Monumen PU dari sebuah stum woles bekas. Diketahui stum bekas ini buatan Jerman tahun 1982 silam.

Kepala Dinas PUTR Lobar I Made Arthadana mengatakan, Hari Bhakti PU ke 77 diawali pembentukan panitia pada Minggu kedua bulan November. Kemudian diadakan beberapa lomba, mulai dari futsal, badminton, tenis meja, tarik tambang dan karaoke. Dilanjutkan kegiatan gerak jalan santai. Puncaknya, pada Senin, 5 Desember 2022 diadakan apel dalam rangka memperingati Hari Bakti ke 77, dimana Penjabat Sekda Lobar sebagai pembina upacara.

“Tema Hari Bhakti PU kali ini, “Bangun Infrastruktur dari Desa Menuju Kota”. Dan pada peringatan Hari Bhakti PU ini, kita bangun monumen pekerjaan umum , itu merepresentasikan fungsi dan tugas dinas,” jelas dia.

Monumen itu dibuat dari stum woles yang merupakan jenis mesin gilas Barata MGB-1, berkapasitas 2,5 ton. Stum ini dibuat tahun 1982 silam, “ini (stum) buatan Jerman Tahun 1982 silam, dan dirakit di Surabaya oleh PT Barata Indonesia,” katanya.

Stum itu berfungsi untuk memadatkan aspal atau tanah dan kerap digunakan membangun jalan raya. Alat ini sebenarnya disebut vibro roller, namun orang Indonesia kerap menyebutnya stum. Kata Made, alasan dibangun monumen dari stum itu, tidak sekadar monumen. Namun bagi Dinas PU, monumen ini bisa memberikan semangat dan militansi jajaran PU ke depannya. “Monumen ini kita namakan Monumen Pekerjaan Umum ,” jelas dia.

Kenapa memilih stum, tidak yang lain? Menurut dia, dari sisi pandang PU tanpa mengenyampingkan sisi infrastruktur PU yang lain. Tugas PU terdiri dari sumber daya air, irigasi, air bersih, sanitasi. Suatu wilayah yang akan dibangun itu, harus dimulai dari infrastruktur dasar yakni akses jalan. Kalau akses jalan sudah terbangun, memudahkan dan mengoptimalkan pembangunan bidang yang lain.  Dan sektor- sektor lain akan masuk, sehingga  daya dukung pertumbuhan ekonomi suatu kawasan dari sisi pandang PU adalah jalan.  “Jalan ini dicerminkan, salah satu yang membuat jalan itu adalah stum itu, “ujarnya.

Begitupula, lanjut dia, untuk mengembangkan kota, sarana prasarana dasar yang perlu dibangun adalah jalan. Kemudian yang lain bisa masuk. Dengan dibangun jalan, dari sisi pertumbuhan ekonomi, awalnya tidak punya nilai ekonomi menjadi ada nilai. Dulunya komoditas mahal bisa menjadi murah dan tidak laku menjadi laku. “Itu yang kita letakkan pondasinya,”ujarnya. (her)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

0
Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi varietas Padi Inpari Nutri Zinc. Varietas tersebut kaya nutrisi sehingga diharapkan dapat mencegah dan menurunkan...

Latest Posts

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi...

Sidang Desa Jero Gunung, Kades Akui Tanda Tangan Dipalsukan

Mataram (Suara NTB)- Kepala Desa (Kades) Jero Gunung, Amrullah...

100 KK di Ntobo Kota Bima Belum Tersentuh Jaringan Internet

Kota Bima (Suara NTB) - Kurang lebih sebanyak 100...

Desa Gemilang Informasi Publik, Ikhtiar Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik hingga Tingkat Desa

Mataram (Suara NTB)- Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik...

Dinas LHK NTB Apresiasi Keberhasilan Desa Semparu Terkait Tata Kelola Sampah

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui...