Anak Pendek Tapi Pintar, Bukan Berarti Stunting

Pemahaman tentang stunting masih minim. Mulai dari pelafalan istilah stunting hingga penamaan stunting yang disamakan dengan anak pendek. Padahal, anak pendek bukan berarti stunting.

“ANAK pendek tapi pintar di sekolah tidak bisa disebut stunting,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Lotim, Dr. H. Pathurrahman dalam kegiatan Pojok Jurnalis yang diselenggarakan Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT) di Selong, Senin, 5 Desember 2022.

Kadikes menjelaskan, stunting adalah kasus  panjang badan balita tidak sesuai umur. Stunting disebabkan kurang gizi kronis dan penyakit yang dialami sejak dalam kandungan, yakni mulai dari 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Disebut 1.000 HPK ini mulai sejak hamil sampai dengan anak berusia dua tahun.

Cara mudah mengetahui stunting anak ini apabila hasil pemantauan berat badan baduta selama posyandu turun terus menurun. “Itu calon stunting dan biasanya stunting pada anak ini mulai dari kurus dulu,” ucap doktor ahli stunting lulusan Universitas Indonesia ini menegaskan

Disarankan, kalau mau bikin anak tak stunting, sasarannya adalah ibu hamil. Lebih spesifik lagi saat anak usia emas.

Stunting menjadi perhatian serius dikarenakan memiliki dampak yang cukup besar. Dampak stunting sering menjadi permasalahan karena berhubungan dengan meningkatnya resiko terjadi kesakitan dan kematian. Perkembangan otak suboptimal sehingga perkembangan motorik terhambat dan terhambatnya pertumbuhan mental anak.

Konsumsi makanan yang diolah tubuh dibawa langsung ke otak pertama kali. Karena itu, makanan harus bergizi. Anak stunting perkembangan kognitif terganggu.

Saat dewasa, prestasi akademik akan rendah, meningkatkan risiko obesitas, rentan penyakit, rentan penyakit menular, risiko penyakit degeneratif. Penderita stunting mengalami kesulitan dalam bersaing di dunia sehingga produktivitas rendah. Penderita stunting juga beresiko terkena penyakit diabetes, jantung koroner, stroke, hipertensi.

“Alasan itulah, jadi perhatian serius, karena kalau tidak diperhatikan maka akan jadi beban kedepan,” imbuhnya.

Selanjutnya prevalensi stunting itu ada tiga sumber datanya. Pertama melalui riset kesehatan dasar (Riskesdas) yang dilaksanakan lima tahun sekali. Kedua, survei status gizi Indonesia (SSGI) yang ideal digelar satu sampai dua tahun sekali. Ketiga, elektronik pencatatan pelaporan gizi berbasis masyarakat (EPPGM).

Tahun 2013-2018 berdasarkan Riskesdas dari 43,8 persen menjadi 43,5 persen. Tren kasus stunting berdasarkan Riskesdas ini kata Kadikes, cukup lamban.  Sementara berdasarkan Data EPPGM terus terjadi tren penurunan sejak tahun 2018-2022.

Tahun 2018 jumlah anak stunting mencapai 18.497 dari 69.925 orang diukur atau 26,45 persen. Tahun 2019, 80.313 diukur 26,11 persen atau 20.968 anak stunting.

Tahun 2020, 106.879 diukur mengalami stunting sebanyak 22.382 orang atau 21,07 persen. 2021, dari 117.241 diukur anak yang mengalami  stunting sebanyak 22.080. data terakhir tahun 2022 pertanggal 24 Oktober 123.104 mengalami stunting sebanyak 20.960 atau 17,03 persen.

Kunci penanganan stunting adalah kebijakan pemerintah. Pemerintah harus anggap penting. Komitmen pimpinan daerah paling penting. Selesaikan Stunting harus dengan konvergensi atau bersama sama. Tidak bisa bicara stunting hanya bidang kesehatan. (rus)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tingkatkan Kompetensi Sales People, AHM Gelar Mash Up Community Contest

0
Mataram (suarantb.com)-Meningkatnya penjualan sepeda motor Honda yang disertai juga dengan banyaknya komunitas-komunitas sepeda motor yang terus berkembang, menjadikan sales people sebagai garda terdepan bisnis...

Latest Posts

Tingkatkan Kompetensi Sales People, AHM Gelar Mash Up Community Contest

Mataram (suarantb.com)-Meningkatnya penjualan sepeda motor Honda yang disertai juga...

PLN Siapkan Kembali Suplai Listrik Berlapis untuk Gelaran WSBK 2023

Mataram (Ekbis NTB)-Perhelatan ajang internasional World Super Bike (WSBK)...

Selain Promo Besar-besaran, Ricky Smartphone Siapkan 1.000 Snack Sehat bagi Pengunjung

Mataram (Suara NTB)-Menyambut bulan kasih sayang, Ricky Smartphone di...

Dinas LHK NTB akan Buka Kembali Pos Pengamanan Hutan

Mataram (Suara NTB) – Setelah sempat vakum akibat Pandemi...

Pemkot Bima Naikkan Dana Bantuan Stimulan Jadi Rp750 Juta

Kota Bima (Suara NTB) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bima...