Kasus Korupsi RTG, Penyidik Siap Telusuri Peran Orang Lain

Mataram (Suara NTB) – Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mataram, mengaku siap melaksanakan putusan hakim terkait kasus korupsi dana program rumah tahan gempa tahun 2018. Kasus dengan terdakwa Indrianto tersebut dalam fakta persidangan terungkap ada peran orang lain yang turut menikmati. “Kita siap untuk mendalami peran orang lain dalam kasus dimaksud sesuai dengan putusan majelis hakim terhadap terdakwa Indrianto,” kata Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa, ST., S.IK, Kamis, 1 Desember 2022.

Saat ini penyidik juga masih menunggu putusan lengkap untuk melakukan pengembangan ke tersangka lain. Terlebih, pada proses penyidikan terhadap perkara ini, tidak pernah muncul keterlibatan orang lain. Meski demikian, dia memastikan tetap akan menindaklanjutinya dengan catatan putusan lengkap terhadap terdakwa Indrianto sudah diterima. “Dari putusan lengkap itu akan kami lihat lagi, ada kemungkinan muncul bukti baru yang menjadi petunjuk kami untuk menelusuri peran orang lain,” tambahnya.

Sebelumnya di sidang putusan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Mataram, Rabu, 30 November 2022, majelis hakim memvonis terdakwa Indrianto dengan pidana 5 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 4 bulan penjara. Terdakwa juga dibebankan uang pengganti kerugian negara senilai Rp445 juta subsider 1,5 tahun penjara. Hakim ketua I Ketut Somanasa juga menetapkan terdakwa tetap dalam tahanan.

Mengembalikan seluruh barang bukti dalam perkara ini ke penyidik untuk pengembangan perkara kepada pengurus pokmas lain. Bahkan ada dua nama yang turut menikmati keuntungan dari munculnya kerugian negara yakni M. Abadi dan Mahdi Rahman. Begitu pula dengan uang titipan dari terdakwa Indrianto senilai Rp16,7 juta. Hakim meminta agar jaksa penuntut umum mengembalikan ke penyidik sebagai bahan kelengkapan penyidikan lanjutan.

Vonis itu sesuai dengan tuntutan jaksa yang menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar dakwaan primer, pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 jo pasal 64 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Terdakwa Indrianto melalui penasihat hukum Kadek Sumertha menyatakan telah menerima putusan tersebut. Sedangkan, Yustika Dewi yang mewakili tim jaksa penuntut umum menyatakan belum menentukan sikap atas putusan hakim. Untuk diketahui, Pokmas Repok Jati Kuning untuk Desa Sigerongan, Kabupaten Lombok Barat, pada tahun 2018 mendapatkan bantuan Rp1,79 miliar untuk 70 kepala keluarga yang terdampak bencana.

Bantuan tersebut untuk perbaikan dan pembangunan rumah warga terdampak. Pencairannya dilakukan melalui tiga tahap. Tahap pertama disalurkan Rp500 juta, tahap kedua disalurkan Rp750 juta, dan tahap ketiga disalurkan Rp90 juta. Namun, setelah pemerintah mencairkan anggaran hingga masuk ke kantong pokmas, sejumlah warga yang terdaftar sebagai penerima tidak kunjung mendapatkan bantuan. Terungkap uang tersebut telah dinikmati untuk kepentingan pribadi terdakwa Indrianto untuk bermain judi slot. Hal itu pun yang mengakibatkan pelaksanaan program RTG di wilayah tersebut terhambat. (ils)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Lantik Ketua DPW Perindo Jatim & NTB, Hary Tanoe Perkuat Infrastruktur...

0
Surabaya (suarantb.com) -- Partai Persatuan Indonesia (Perindo) semakin memperkuat infrastruktur kepengurusan dan jaringan di berbagai wilayah Indonesia menuju Pemilu 2024.Hal ini ditandai dengan dilantiknya...

Latest Posts

Lantik Ketua DPW Perindo Jatim & NTB, Hary Tanoe Perkuat Infrastruktur Partai Guna Raih Double Digit

Surabaya (suarantb.com) -- Partai Persatuan Indonesia (Perindo) semakin memperkuat...

Aruna Senggigi Gelar Malam Apresiasi Pelanggan 2023

Giri Menang (Suara NTB) – Aruna Senggigi Resort &...

Tekan PMK, Pemprov NTB Targetkan 1,4 Juta Ternak Divaksin Tahun 2023 

Selong (suarantb.com)– Dalam rangka pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku...

Beri Pengalaman di Dunia Kerja, BRI Buka Program Magang Generasi Bertalenta (MAGENTA)

Jakarta (suarantb.com)– Peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam...

Mahasiswa KKN Unram Latih Warga Buat Kerupuk Berbahan Pisang

Mataram (Suara NTB) – Dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat...