Dana BLT Berpeluang Dikembalikan ke Kas Daerah

0

Mataram (Suara NTB) – Dinas Sosial Kota Mataram mengubah skema penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) sebagai akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan cara datang ke rumah warga. Namun langkah itu juga menemui kendala. Sejumlah kelompok penerima bantuan juga tidak ditemukan sesuai alamat, sehingga dana berpeluang dikembalikan ke kas daerah.

Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Sudirman menjelaskan, progres penyaluran BLT BBM tahap pertama baru mencapai 87 persen atau baru mencapai 20.380 jiwa dari total penerima 23.200 jiwa. Belum tuntasnya penyaluran tersebut disebabkan karena waktu penyaluran tidak mencukupi melayani satu kelurahan selama satu hari kerja. Pihaknya mengatur kembali jadwal penyaluran bantuan tahap kedua. “Sebenarnya tidak ada kendala. Kita hanya kekurangan waktu saja. Yang belum itu 13 persen atau kurang 3 ribu orang,” kata Sudirman dikonfirmasi, Kamis , 1 Desember 2022.

Mekanisme penyaluran tetap melalui kelurahan, tetapi skemanya diubah dengan turun langsung ke rumah penerima manfaat. Hal ini mengantisipasi masyarakat berusia lansia, sakit, dan bekerja keluar daerah bisa mendapatkan haknya yang diberikan oleh pemerintah. Meskipun demikian, petugas mengalami kendala saat proses penyaluran. Di antaranya, penerima bantuan tidak berada di tempat atau pindah alamat tanpa sepengetahuan kepala lingkungan atau lurah.Kendala lainnya, KPM meninggal dunia dan ganda.

Penerima  ganda maupun pindah alamat ini tidak bisa diganti dengan orang lain. Maka dana yang seharusnya disalurkan akan dikembalikan ke kas daerah. Sudirman belum mengetahui berapa total dana yang akan dikembalikan ke kas daerah, karena masih menunggu rampungnya penyaluran tahap kedua. “Yang jelas banyak dana yang akan kita kembalikan ke kas daerah, tetapi belum bisa kita hitung karena penyaluran bantuan belum selesai,” jelasnya.

Sudirman menegaskan, penyaluran bantuan ini bisa saja diwakili sepanjang memenuhi ketentuan dan persyaratan lainnya. Misalnya, penerima manfaat bekerja di luar daerah dan memiliki istri atau anak yang masuk dalam kartu keluarga, maka bantuan bisa diberikan. Bantuan tidak bisa diserahkan apabila salah satu anggota keluarga yang masuk dalam KK juga menerima bantuan serupa.

Sudirman mengupayakan dana yang dikembalikan ke kas daerah seminim mungkin dengan skema penyaluran bantuan dirancang bersama petugas. Diketahui, Pemkot Mataram mengalokasikan anggaran Rp3,48 miliar untuk bantuan langsung tunai bahan bakar minyak. Bantuan disalurkan kepada 23.200 jiwa penerima manfaat se Kota Mataram. Masing-masing warga mendapatkan bantuan Rp150 ribu. (cem)