Buktikan SMK Siap Kerja, SMKN 1 Lembar Kerja Sama dengan 15 Perusaahaan Pelayaran Percepat Penyerapan Alumni

0

Giri Menang (Suara NTB) – SMKN 1 Lembar Kabupaten Lombok Barat membuktikan diri sebagai sekolah kemaritiman yang mampu memberikan peluang kerja di bidang perikanan tangkap dengan melakukan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan 15 Perusahaaan Nasional yang tergabung dalam Indonesia Maritime Crewing Association (IMCAA). Kerja sama ini dalam rangka percepatan penempatan kerja bagi lulusan SMK tersebut.

Kepala SMKN 1 Lembar, Ahmad Quroni mengatakan, penandatanganan PKS itu dilakukan Senin, 14 November 2022 di Aula SMKN 1 Lembar. Selain penandatanganan PKS, pihaknya bersama Indonesia Maritime Crewing Association (IMCAA) juga mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Percepatan Penempatan Kerja Tenaga Profesional di Bidang Perikanan Tangkap Bagi Alumni dan Masyarakat NTB”.

Narasumber yang diundang pada Kegiatan FGD ini yakni dari Kepala Kantor Kesyahbadaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Lembar, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaskertrans) Provinsi NTB, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provnsi NTB, dan NGO Pemerhati dan Perlindungan Tenaga Kerja.

Peserta yang diundang pada kegiatan ini terdiri dari Camat Lembar, Kepala Desa Kecamatan Lembar, Kelompok Nelayan, Orang tua taruna, alumni, dan para taruna Jurusan Pelayaran tangkap.

Quroni menegaskan, merupakan suatu hal mutlak yang harus dilakukan oleh SMK Kemaritiman menjalin kerja sama dengan industri yang bertujuan untuk menjawab tantangan SMK yang siap kerja.

“Namun perlu diingat juga bahwa proses perekrutan dan penempatan kerja harus menekankan pada aspek perilaku dan etika pada saat bekerja bagi para alumni SMK,” katanya.

Dikatakan, pembinaan fisik dan mental sangat penting dan mutlak bagi para calon pelaut yang akan bekerja di luar negeri.

Ketua umum IMCAA, Hengki Wijaya mangatakan, penempatan anak buah kapal ke luar negeri tidak menutup kemungkinan bagi seluruh alumni SMKN 1 Lembar. “Tentunya dengan mengikuti standar rekrutmen yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Selain itu juga penyerapan tenaga kerja, sharing informasi pendidikan dan pelatihan kompetensi di sektor kemaritiman bertujuan untuk menciptakan generasi muda bangsa yang berkulitas yang dapat bersaing di industri global sektor kemaritiman,” jelas dia.

Sementara itu, Direktur MMC Capt. Febrian Primananda juga menjelaskan bahwa penandatangan kerja sama ini adalah salah satu bentuk hadirnya pemerintah dalam penurunan angka pengangguran dan peningkatan taraf hidup masyarakat utamanya di NTB.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB yang hadir sebagai narasumber. Pihak Disnakertrans mengatakan bahwa kegiatan perjanjian kerja sama ini merupakan langkah preventif untuk pencegahan masyarakat yang ingin bekerja sebagai ABK di luar negeri yang direkrut dan ditempatkan secara non-prosedural. IMCAA sendiri merupakan salah satu keagenan kapal yang sampai saat telah memiliki 15 perusahaan pelayaran tangkap yang tersebar di seluruh Indonesia dan telah memiliki izin perekrutan dan penempatan berdasarkan Peraturan Perhubungan Nomor 59 tahun 2021 berupa SIUPPAK (Surat Izin Usaha Perekrutasn dan Penempatan Awak Kapal) yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan. (Her)