Bimtek Sertifikasi Tenaga Pendamping Profesional Desa Digelar di Lobar

Giri Menang (Suara NTB) – Puluhan Tenaga Pendamping Profesional Desa di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mendapat Bimbingan Teknis (Bimtek) Sertifikasi di aula Excavator Dinas PUPR Lobar, Kamis, 1 Desember 2022. Bimtek yang digelar DPC Asosiasi Pendamping masyarakat dan Desa Nusantara (APMDN) Lobar ini untuk persiapan pelaksanaan sertifikasi bagi tenaga pendamping desa.

Kegiatan Bimtek ini dibuka oleh Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid didampingi Kadis PMD Lobar, Heri Ramadhan, Ketua Asosiasi Pendamping Desa NTB Tauhid Rifai, Ketua DPC APMDN Lobar, Sabillirosyad dan seluruh pengurus APMDN dan peserta Bimtek.

Ketua DPC APMDN Lobar, mengatakan dalam kesempatan ini dilaksanakan dua kegiatan sekaligus. Yakni kegiatan utamanya adalah kegiatan Bimtek, dalam rangka persiapan pelaksanaan sertifikasi yang akan dilaksanakan pada bulan Desember ini. Dan dirangkaikan dengan pengukuhan APMDN Lobar. “Pentingnya sertifikasi profesi tenaga pendamping profesional  akan memberikan beberapa hal bagi desa dan masyarakat desa  dengan sertifikasinya ini akan menjamin terselenggaranya layanan pendamping desa kita yang berkualitas,” katanya.

Kegiatan Bimtek dari Kemendes ini, baru pertama bagi tenaga pendamping yang sudah lama berkiprah di Lobar.”Tahun ini ada program sertifikasi dari Kemendes, ini bentuk pengakuan terhadap profesi mereka selaku pendamping,” jelas dia.

Tiga manfaat dari sertifikasi itu, yakni pengakuan terhadap kompetensi, legal standing dari pemerintah bahwa profesi ini diakui dan ada jaminan kepada masyarakat bahwa pendamping punya kompetensi untuk mendampingi mereka baik di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten. Bagi institusi pengguna sertifikasi akan menjamin bahwa tenaga pendamping profesional yang ditugaskan benar-benar memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang dikeluarkan.

“Bagi tenaga pendamping profesional kita, sertifikasi ini merupakan pengakuan terhadap profesinya yang memiliki skill dan regulasi yang kuat,” ujarnya. Peserta Bimtek ini kata dia, diikuti oleh 52 orang terdiri dari 6 dari Kabupaten, 17 dari Kecamatan dan 29 dari tingkat desa. “Harapan kami dengan mengikuti bimtek ini, peserta memiliki modal dasar pada saat uji kompetensi nantinya, dan lulus,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pendamping Desa NTB, Tauhid Rifai mengatakan kegiatan ini dilakukan pengukuhan APMDN. APMDN merupakan satu lembaga khusus bagi pendamping agar lebih tertata dalam melaksanakan program dan mengeratkan silaturahmi antara pendamping. “Kedua, kegiatan ini untuk Bimtek terkait persiapan sertifikasi pendamping desa yang bertugas di Desa, baik pendamping lokal desa atau PLD yang direncanakan tanggal 13-17 Desember,” jelas dia.

Untuk asesmen ini dilakukan oleh Kemendes, lembaga sertifikasi profesi di Kemendes dengan standar BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Angkatan pertama akan diikuti 90 orang PLD. 90 peserta ini berasal dari empat kabupaten di pulau Lombok, yakni Lobar, Lotim, KLU dan Loteng.

Sertifikasi ini selain untuk mendapatkan pengakuan nasional, bahwa pendamping memiliki kualifikasi dan kompetensi. Ini juga sebagai salah satu syarat untuk melaksanakan kontrak berikutnya. “Karena ini (sertifikasi) penting,” ujarnya. Ketika mereka sudah disertifikasi maka akan diberikan sertifikat bahwa mereka memiliki kemampuan dasar, melaksanakan program. Sertifikasi itu berlaku selama 3 tahun. Bisa jadi setelah tiga tahun akan dilihat lagi, disesuaikan dengan aturan baru yang berlaku.

Sementara itu, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menyampaikan terbentuknya pengurus DPC Asosiasi Pendamping masyarakat dan Desa Nusantara  (APMDN) Lobar bisa mempersatukan para pendamping. “Dan bisa meningkatkan kolaborasi tidak hanya internal kabupaten Lobar saja. Tetapi juga saling berbagi dengan teman-teman pendamping yang lain yang ada di Provinsi NTB, bahkan Indonesia. Kami harapkan melalui Bimtek ini, nantinya menjadi Tenaga Pendamping profesional yang kompeten,” pungkasnya. Bupati Lobar dua periode juga mendorong peran aktif dari para tenaga pendamping dalam percepatan penanganan kasus stunting di Lobar. (her)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

0
Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi varietas Padi Inpari Nutri Zinc. Varietas tersebut kaya nutrisi sehingga diharapkan dapat mencegah dan menurunkan...

Latest Posts

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi...

Sidang Desa Jero Gunung, Kades Akui Tanda Tangan Dipalsukan

Mataram (Suara NTB)- Kepala Desa (Kades) Jero Gunung, Amrullah...

100 KK di Ntobo Kota Bima Belum Tersentuh Jaringan Internet

Kota Bima (Suara NTB) - Kurang lebih sebanyak 100...

Desa Gemilang Informasi Publik, Ikhtiar Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik hingga Tingkat Desa

Mataram (Suara NTB)- Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik...

Dinas LHK NTB Apresiasi Keberhasilan Desa Semparu Terkait Tata Kelola Sampah

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui...