UMK Loteng Berpotensi Sama dengan UMP NTB

0

Praya (Suara NTB) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) saat ini tengah menghitung besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2023 dan ditargetkan sudah ditetapkan paling lambat 7 Desember mendatang. Di mana penetapan UMK Loteng mempertimbangkan dua aspek utama. Besaran pertumbuhan ekonomi serta tingkat inflasi yang terjadi selama tahun 2022 ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnakertrans Loteng, Tri Widiastuti kepada Suara NTB, Rabu (30/11) mengatakan, besaran UMK Loteng saat ini memang belum ditentukan. Karena untuk penetapannya terlebih dahulu harus menunggu penetapan besaran UMP NTB sebagai acuan utamanya. “UMK tidak bisa ditetakan sebelum UMP ditetapkan,” terangnya.

Ia menjelaskan, memperhatikan beberap indikator penentuan besaran UMK, ada kemungkinan besaran UMK Loteng bakal sama dengan besaran UMP NTB. Yakni sebesar Rp2.325.867. Naik sekitar Rp118.655 atau 5,38 persen dari besaran UMK Loteng tahun ini.

“Ini baru prediksi saja. Tapi dengan melihat indikator penentuan UMK, kemungkinan kenaikan UMK Loteng tidak jauh beda dengan UMP NTB. Artinya, ada kemungkinan sama UMK Loteng dengan UMP NTB. Karena besaran UMK Loteng tahun ini sama dengan besaran UMP NTB,” terangnya.

Disinggung penerapan UMK sejauh ini, Tri Widiastuti mengaku memang belum bisa secara menyeluruh. Dan, memang masih sulit untuk menerapkan besaran UMK secara menyeluruh. Mengingat kemampuan perusahaan yang ada di daerah ini berbeda-beda. Tapi untuk perusahaan skala besar, UMK harus dilaksanakan. Kalau tidak, perusahaan bersangkutan bisa dikenai sanksi.

“Kecuali Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), bagi perusahaan skala besar di daerah ini harus mengikuti besaran UMK dalam menetapan upah bagi karyawannya. Jika tidak patuh, perusahaan tersebut bisa dikenakan sanksi sesuai regulasi yang berlaku,” terang Staf Ahli Bupati Loteng ini. (kir)